Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Book,Tips,Travel

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Alias Perpusnas

Awal mula saya ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atau biasa disingkat Perpusnas adalah saat mencari tempat kerja yang nyaman dan gratis. Setelah mencari-cari di Google dan tidak ada satupun tempat yang cocok, maka saya yang hobi membaca buku pun memutuskan untuk mencoba pergi ke Perpusnas. Dan Wow! ternyata saya menemukan mutiara yang tersembunyi.

Pertama kali saya ke Perpusnas hanya untuk melihat-lihat. Di lantai pertama terdapat tempat penitipan loker. Kita bisa menitipkan tas dan barang bawaan kita di sini. Apabila membawa laptop, maka Anda diberikan tas plastik untuk membawa laptop tersebut. Kondisi loker aman dan masing-masing loker sudah disediakan nomor dan kunci loker. Tempat penitipan loker ini terdapat di sebelah kanan pintu masuk dan terdapat 2 ruangan terpisah yang dijaga oleh petugas yang berbeda.

Setelah itu saya terdampar di lantai 12 dan 12A, karena mengikuti orang ramai. Di sana rata-rata orang membawa laptop dan mengerjakan skripsi. Sebuah tempat yang cocok untuk bekerja, karena suasana sepi dan nyaman. Selain itu internet juga lumayan kencang kadang-kadang. Memang sebuah tempat yang kusyuk untuk bercoding ria.

Setelah itu, saya beberapa kali lagi ke Perpusnas. Kali ini saya membawa laptop dan belajar ngoding di lantai 12 atau 12A. Saya di sana dari pagi sampai sore. Untuk urusan makan jangan khawatir, karena di lantai 4 terdapat kantin. Saya pernah mencoba makan nasi ramasnya 2 sampai 3 kali, lalu ada juga soto ayam, gado-gado dan ayam geprek juga. Selain itu ada mini market sederhana juga, bagi Anda yang ingin berhemat, bisa beli dan lalu makan pop mie di kantin. Oh ya, untuk nasi ramas kalau pakai telur dan 2 sayur bisa dapat harga 15K kok. Kalau soto ayam saya lupa harganya, 20K atau 18K?

Selain ngoding, saya pernah beberapa kali ke sana cuma untuk membaca buku. Entah kenapa saya lebih fokus membaca di ruangan terbuka, penuh keramaian orang yang sunyi dibanding kamar kos. Kalau di kos bawaannya pengen baring di kasur saja :D.

Setelah berkali-kali ke Perpusnas dan hanya mengunjungi lantai 12 dan 12A, plus lantai 4 kantinnya, akhirnya suatu hari saya memutuskan untuk mencoba lantai lainnya. Oh ya, sekedar info untuk ruangan ibadah muslim ada di lantai 6.

Saya memcoba ke lantai 22 yang ada rak buku dan tempat membacanya. Kemudian lantai 24 untuk refreshing dan melihat serta memfoto monas dari ketinggian :D. Terakhir mencoba ke lantai 19 tempat multimedia. Di sini saya tidak bisa masuk, karena hanya anggota terdaftar dan mempunyai kartu member yang bisa menggunakan fasilitas di lantai ini.

Pada hari itu sekitar jam 2 setelah tidak dapat menggunakan fasilitas lantai 19, sayapun memutuskan untuk mendaftar menjadi member. Setelah menjadi member dan hingga artikel ini ditulis saya belum pernah mencoba ke lantai 19 lagi :p.

Proses mendaftar menjadi member cukup gampang dan cepat. Keseluruhan prosesnya tidak sampai 30 menit walaupun ramai yang mendaftar. Berikut langkah-langkah mendaftar menjadi member Perpusnas:

  1. Silahkan menuju ke lantai 2 Perpusnas.
  2. Pilih salah satu perangkat komputer yang menyala dan kosong. Perangkat komputer yang tersedia sangat banyak, mungkin lebih kurang 50 puluhan perangkat.
  3. Isi semua kolom data pada form yang terdapat di layar komputer. Form-form berisi data diri yang dapat diselesaikan dalam hitungan 5-10 menit.
  4. Setelah itu print nomor antrian dari perangkat komputer yang sama. Tombol print akan muncul pada layar setelah selesai mengisi data form di atas. Oh ya, masing-masing perangkat komputer mempunyai printer tersendiri.
  5. Tunggu beberapa menit hingga nomor antrian Anda dipanggil, seharusnya cepat.
  6. Setelah dipanggil, kamu akan difoto sebentar dan kemudian foto kamu langsung tercetak dikartu member yang diterima saat itu juga.

Nah, gampang, cepat dan mudahkan? Oh ya, saat mengambil foto, kursinya jangan digeser ya. Kemaren waktu giliran saya, karena salah mendengar malah saya geser :D.

Silahkan mencoba dan menjadi member anggota Perpusnas. Sampai saat artikel ini ditulis, saya belum menggunakan fasilitas Perpusnas sebagai member. Mudah-mudahan kedepannya bakal ke Jakarta dan menggunakan fasilitas Perpusnas lainnya.

Untuk mengakhiri artikel ini, saya lampirkan beberapa foto yang mungkin berguna bagi pembaca.

Leave a Reply