Corona 2021
Life Lessons

2020 Tahunnya Corona dan Sekarang Menuju 2021 Masih dengan Corona

Tidak terasa tahun 2020 sudah berakhir. Tahun yang diawali dengan masalah corona dan sampai tahun 2021 masalah corona masih tetap ada. Pada tahun ini, saya banyak meninggalkan beberapa kebiasaan. Hal ini juga berdampak ke beberapa resolusi yang tidak tercapai. Tidak hanya itu, beberapa keputusan yang diambil juga menyebabkan beberapa resolusi tidak terpenuhi, tetapi saya tidak menyesal untuk mengambil keputusan tersebut.

Mari kita mulai dengan salah satu kebiasaan saya yaitu berlari. Tahun ini saya telah meninggalkan kebiasaan ini. Target untuk menyelesaikan perlombaan marathon pun tidak tercapai. Saya yakin pada tahun 2020 juga tidak begitu banyak diadakan event lomba lari. Mungkin beberapa ada yang dilaksanakan secara virtual, tetapi tetap saja sensasinya pasti berbeda. Di tahun 2021 ini, saya berencana untuk memulai kembali kebiasaan ini.

Kemudian tentang menulis 1 artikel tiap bulan yang hanya berjalan selama 3/4 tahun. Walaupun begitu saya berhasil menulis 13 artikel. Itu berarti melebihi total target yang direncanakan yaitu 12 artikel untuk tahun 2020. Pada tahun 2021 saya masih menargetkan untuk menulis 12 artikel dan sebisa mungkin untuk menyelesaikan satu artikel setiap bulan.

Setelah itu tentang kebiasaan membaca buku. Target saya adalah membaca 12 buku dalam 1 tahun, tetapi hal ini hanya dilakukan 1/4 tahun saja dengan total 3 buku yang terbaca. Di tahun 2021, saya tidak menargetkan untuk berapa buku yang harus dibaca lagi. Lebih tepatnya tidak ada resolusi untuk membaca berapa buku dalam tahun ini. Saya akan membaca jika ketemu buku yang menarik atau direkomendasikan sebuah buku yang bagus. Hmm, jadi kangen ke Gramedia atau toko buku lainnya setelah menulis paragraf ini. Dipikir-pikir sudah satu tahun saya tidak mengunjungi toko buku. Tentunya hal ini disebabkan karena adanya virus corona.

Terakhir tentang finansial. Saya berencana untuk melakukan investasi setiap bulan ke reksadana dan saham. Hasilnya saya sama sekali tidak membeli keduanya sampai bulan November 2020. Dibulan itu, saya membeli sejumlah 1 tahun yang ditargetkan untuk reksadana saja, yang harusnya dibeli setiap bulan. Sedangkan untuk tahun 2021, saya masih menargetkan total jumlah yg sama untuk reksadana, tapi tidak dengan saham (karena masih merugi).

Oh ya, satu tambahan lagi tentang karir. Tahun sebelumnya saya memutuskan untuk resign dan tidak bekerja lagi di Ibukota Jakarta. Setelah itu, saya menganggur sampai bulan Maret 2020, sebelum akhirnya mendapatkan kerja remote yang bisa saya kerjakan di kampung halaman. Pekerjaan yang dilakukan masih sama dengan bidang sebelumnya. Saya cukup senang dengan pekerjan saat ini, karena bisa mengatur tempat dan waktu kerja sendiri. Pendapatan perbulan saya berkurang untuk pekerjaan ini, tetapi apabila dihitung perjam maka tetap sama dengan sebelumnya. Pekerjaan saya sebelumnya membutuhkan 40 jam kerja seminggu, sedangkan pekerjaan sekarang hanya 30 jam perminggu. Berkurangnya pendapatan perbulan juga menyebabkan saya tidak mengalokasikan dana investasi ke saham.

Di tahun 2021, saya masih akan melanjutkan pekerjaan ini. Diluar itu saya dan teman sekampung saat ini lagi mencoba usaha budidaya nanas. Doakan semoga usaha yang pertama di bidang ini berjalan lancar ya :D.

Leave a Reply