Investasi Reksa Dana
Book,Financial,Life Lessons,Tips

Pengenalan Dasar Reksa Dana dari Ryan Filbert Sampai Aplikasi Bibit

Kalian tahukan siapa itu Ryan Filbert? Kalau belum, ini saya lampirkan sedikit tentang beliau yang diambil dari bukunya. Ryan Filbert Wijaya adalah seorang pria kelahiran tahun 1986 yang memulai pertualangannya di bidang investasi, dimulai dengan reksa dana, saham, property, hingga franchise. Ryan Filbert menuangkan pengalaman-pengalaman investasinya melalui buku yang ditulisnya sendiri. Selain itu, beliau juga menjadi seorang pembicara, motivator dan trainer dalam bidang pendidikan dan pasar modal. Wow kerenkan, dari investor, penulis dan seorang pembicara juga.

Nah, sekarang kita beralih ke salah satu instrumen investasi yang pernah dibahas dalam buku Ryan Filbert yaitu, reksa dana. Apakah kalian tahu apa itu reksa dana. Reksa dana adalah sekumpulan instrumen investasi dalam pasar, yang bisa terdiri dari saham, obligasi maupun pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi. Untuk lebih jelasnya silahkan kalian baca dan beli bukunya Ryan Filbert Wijaya yang berjudul Menjadi Kaya & Terencana dengan Reksa Dana. Dalam buku tersebut juga dibahas istilah-istilah yang sering dipakai dalam reksa dana, jenis-jenis reksa dana, cara membeli, menjual dan sebagainya tentang investasi reksa dana.

Pada artikel ini saya tidak akan panjang lebar menjelaskan tentang reksa dana. Saya asumsikan kalian sudah pada tahu apa itu reksa dana. Yang akan saya tulis di sini adalah pengalaman saya dalam membeli reksa dana, dari yang pertama saya coba yaitu di Bukalapak, Tokopedia, Bareksa dan yang terakhir aplikasi Bibit.

Pada aplikasi Bukalapak dan Tokopedia kalian dapat membeli reksa dana pada menu finansial atau keuangan. Proses pembeliannya cukup mudah, hampir sama seperti pembelian produk online, hanya saja perlu verifikasi Manajer investasi yang butuh waktu lebih dari 24 jam waktu proses, apalagi bagi kamu yang pertama kali membeli reksa dana. Selain itu produk reksa dana yang ditawarkan kedua platform di atas juga terbatas.

Berikutnya pada aplikasi Bareksa dan Bibit. Saat ini saya rutin membeli reksa dana hanya di Bareksa dan Bibit, sedangkan untuk Bukalapak dan Tokopedia sudah saya jual semua. Pertanyaannya adalah kenapa? Pertama, seperti yang tulis sebelumnya, bahwa produk yang ditawarkan di Bukalapak dan Tokopedia terbatas. Jadi lebih baik saya langsung beli di Bareksa saja, toh reksa dana dari Bukalapak dan Tokopedia belinya dari sana juga. Selain itu, tentunya agar tidak terlalu bingung memakai terlalu banyak aplikasi. Jadi cukup 2 dan lebih gampang mengaturnya.

Walaupun begitu, aplikasi Bareksa ada kelemahannya, apa itu? Salah satunya adalah proses pembayaran tidak bisa langsung pada aplikasi. Biasanya saya membayar dengan metode bank transfer dan mengupload bukti transfer juga pada aplikasinya. Ini tentunya menjadi hal yang sedikit ribet bagi generasi yang serba instant saat ini.

Solusinya adalah aplikasi Bibit. Selain produk reksa dana yang ditawarkan banyak, kita juga bisa melakukan pembayaran melalui Gopay. Nah, gampang kan kalau begitu. Bukan hanya itu, User Interface aplikasi Bibit juga jauh lebih bagus. Kemudian, pada aplikasi Bibit juga ada sistem refferal. Jadi kita bisa mengajak teman kita bergabung di Bibit dan masing-masing dari kita mendapat tambahan dana untuk membeli reksa dana. Saat artikel ini ditulis, orang yang memberi link referral mendapat 25K, sedangkan yang menggunakan referralnya mendapat 50K. Lumayan kan? Jadi tunggu apalagi, ayo beli reksa dana di Bibit dengan referral saya masfran. Promosi ne ceritanya? Ya iya donk kan saling menguntungkan :p.

Terakhir saya akan berbagi metode dalam berinvestasi reksa dana yang saya terapkan saat ini. Untuk lebih jelasnya Anda bisa merujuk ke buku Ryan Filbert Wijaya di atas. Tetapi kali ini, saya hanya menulis metode yang saya terapkan. Cukup simple dan tidak perlu pengetahuan teknikal yang dalam, yaitu:

  1. Lump Sum: Metode investasi ini adalah membeli reksa dana pada awal investasi saja, dengan kata lain hanya satu kali dan biasanya dalam jumlah yang besar.
  2. Dollar Cost Averaging (DCA): Metode membeli reksa dana atau apapun itu dalam jumlah tetap dan waktu berkala. Misalnya membeli reksa dana setiap bulan dengan jumlah 1 juta rupiah.

Nah, untuk saat ini saya hanya menerapkan metode kedua, yaitu Dollar Cost Averaging. Metode pertama saya terapkan saat membeli reksa dana pada aplikasi Bukalapak dan Tokopedia yang saat ini sudah saya jual semuanya.

Sekian pengalaman singkat saya dalam berinvestasi reksa dana. Semoga teman-teman juga dapat mulai menyisihkan sebagian pendapatannya untuk berinvestasi. Tidak harus reksa dana, boleh apa saja asal bukan investasi bodong ya.

Leave a Reply