Curug Love di Bogor
Travel

Curug Love di Bogor

Sudah 8 bulan saya berada di Jakarta, tetapi masih belum juga menjejakkan kaki ke Bogor. Bogor, terutama Puncak adalah salah satu tempat wisata terdekat bagi warga jakarta di kala weekend. Jadi, saat teman saya datang ke Jakarta dan mengajak ke Bogor, langsung saya iyakan saja, walaupun belum tahu tujuannya kemana.

Rencana kami adalah berangkat pada pagi hari ke Bogor. Malam hari sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Curug Love. Kalau kalian cari lokasinya di Google Maps, bakal ada 2 lokasi dengan nama yang sama. Lokasi curug yang kami kunjungi adalah yang berada di PT Antam UBPE Pongkor, lebih tepatnya di Bantar Karet.

Keesokannya paginya, kami berangkat dari Stasiun Tanah Abang menuju Bogor dengan KRL (Commuter Line). Karena jumlah penumpang lumayan ramai, jadinya kami berdua berdiri sepanjang perjalanan selama lebih kurang 2 jam. Setelah sampai di Bogor, kami bingung caranya ke sana. Malam sebelumnya kami sempat berencana untuk menyewa motor, tetapi entah gimana jadinya, kami berdua akhirnya memesan Grab Car ke Kebun Raya Bogor dengan niat terselubung. Dalam perjalanan ke Kebun Raya Bogor, kami pura-pura bego menanyakan perjalanan ke Curug Love. Karena drivernya, yaitu Pak Indra cepat tanggap, negosiasi pun terjadi di TKP. Akhirnya kami deal dengan harga yang cukup mehong menurut saya. Mehong? bahasa alien dari mana itu? hahaha.

Setelah melewati Kebun Raya Bogor yang tidak kami singgahi, Pak Indra pun menyelesaikan orderan Grab Car kami sebelumnya. Kemudian, tanpa berhenti terlebih dahulu, Pak Indra mengantarkan kami menuju Curug Love. Perjalanan ke sana memakan waktu lebih kurang 2 atau 3 jam ya? Lupa sudah, ternyata tidur dalam perjalanan lebih menarik bagi saya saat itu :p.

Setelah berhenti 1 kali untuk buang air kecil di pom bensin, akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. Setelah sampai kami didatangi seorang anak berumur belasan tahun bernama Awal. Anak yang bernama Awal ini ne yang jadi tur guide kami di sini, eh atau lebih tepatnya yang bantu kami mengambil foto :D. Setelah melewati Curug Love ini satu kali, ditemani dan difoto oleh Awal. Akhirnya kami menghabiskan waktu tanpa difoto dan dikawal oleh Awal lagi. Sangking asyiknya berhura-hura di sini, kami bahkan lupa belum makan siang.

Dalam perjalanan pulang, kami singgah sebentar sebentar di Geopark Pongkor, Wisata Sawah Lega. Ini adalah tempat penanaman padi. Ya iyalah namanya juga sawah, masa ternak lele sih :p. Lokasi tempat ini tidak jauh dari Curug Love, mungkin tidak sampai 1KM (kalau tidak salah ya :p).

Selain itu, dalam perjalanan pulang hujan turun deras sekali, dalam mobil kami bersyukur, untung ga sewa motor ya tadi :D. Kemudian, di dekat-dekat stasiun, kami singgah sebentar untuk makan soto mie bogor pada sore hari. Yah alakadarnya, sebagai makan siang juga :D. Setelah itu kami naik KRL lagi untuk pulang ke Jakarta dan sampai sekitar jam 7 malam.

Sebagai penutup, saya akan menceritakan sedikit tentang curug. Dalam perjalanan kali ini saya baru tahu ada kosakata bernama “curug”. Selama ini “curug” yang saya tahu adalah “curut” anak ayamnya Ria SW :D. Tetapi ternyata curug adalah sebuah air terjun.

Kemudian Curug Love yang kami kunjungi ini berbeda dengan curug lainnya yang berada di Bogor. Curug ini termasuk unik, karena tempatnya bukan di lereng pegunungan atau bukit yang tinggi, melainkan di tengah-tengah persawahan dengan bukit yang rendah. Keindahan utamanya adalah bentuk bebatuan di sepanjang aliran air dengan goresan-goresan yang menawan akibat abrasi air. Inilah faktor yang menjadikan curug ini berbeda dan istimewa dibanding curug lainnya. (Sok-sok membandingkan tentang curug di Bogor, padahal ini curug pertama yang dikunjungi di Bogor).

Tertarik dengan tempat wisata ini? Kunjungi saja sendiri. Oh ya, curug ini tidak begitu luas tempatnya, syukurlah kami berkunjung saat tempat wisata ini masih sepi. Kalau sudah ramai, dipastikan tidak akan muat deh dan juga bakal tidak aman, karena walaupun kecil, aliran airnya cukup deras.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply