Kereta di Stasiun Jogja
Life Lessons,Run,Travel

Road to Borobudur Marathon: Pertama Kali Naik Kereta Api

Dasar norak! kampungan! naik kereta api pertama kali aja dijadikan bahan post, haha. Event Borobudur Marathon telah berakhir, sudah saatnya meninggalkan Yogyakarta. Kali ini saya akan pulang naik kereta api dari Yogyakarta menuju Jakarta. Ini akan menjadi pertama kalinya bagi saya naik kereta api. Seharusnya kemaren pas menuju Yogyakarta saya sudah naik kereta, tetapi karena ketinggalan, makanya pas perjalanan pulang kali ini baru bisa naik kereta. Baca cerita saya ketinggalan naik kereta di sini.

Supaya impian naik kereta api perdana ini jadi kenyataan, maka pagi-pagi dari penginapan, sebelum jam 7 saya sudah check out dan memesan ojek online menuju stasiun. Padahal jadwal kereta berangkat jam 8 pagi dan jarak tempuh menuju stasiun hanya sekitart 20 menit. Yah, daripada ketinggalan kereta kayak sebelumnya kan?

Sekitar jam 7 saya sudah tiba di Stasiun Jogja. Abang ojolnya bilang kalau ke Jakarta biasanya di pintu timur, makanya dia menurunkan saya di sana. Sesampainya di stasiun saya langsung menuju mesin tiket untuk mencetak tiket kereta yang dibeli dari aplikasi Traveloka. Zaman sekarang mah mudah, mau beli tiket tinggal buka aplikasi, cetak tiket tinggal dari mesin.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah itu, karena masih ada setengah jam lebih sebelum kereta berangkat, maka saya sempatkan diri sarapan nasi goreng terlebih dahulu. Rasanya yah lumayanlah, lumayan hambar, hahaha. Selain itu saya juga membeli 1 porsi mie goreng untuk bekal makan siang nanti. Maklum perjalanan ke Jakarta bakal memakan waktu 8 jam, jadi kemungkinan sampainya udah sore jam 3/4.

Jam 8 kurang akhirnya saya naik kereta juga. Ops, lagi-lagi saya melakukan kesalahan. Kali ini saya salah tempat duduk. Tiket saya bernomor 1-7B, sedangkan saya duduk di nomor 2-7B. Saya sadar saat diingatkan oleh pemilik tiket nomor 2-7B yang sebenarnya :D. Padahal tadi sudah foto-foto di sana untuk bahan gambar di artikel ini, hehe :D.

This slideshow requires JavaScript.

Setelah duduk di tempat yang benar, maka sah lah saya naik kereta api untuk pertama kalinya. Duar! Duar! Duar! suara kembang api di pagi hari yang cerah di Yogyakarta. Tidak sangka perayaan saya naik kereta perdana dirayakan begitu megah. Hei! Bangun! mohon maaf penulis lagi berimajinasi.

Waktu di kereta lebih banyak saya habiskan untuk membaca buku. Bahkan buku yang saya beli di Mal Malioboro ini habis terbaca dalam perjalanan kali ini. Apalagi waktu itu saya duduk sendiri dalam perjalanan. Barulah kemudian di Stasiun Purwokerto, penumpang sebelah saya menampakkan wujud aslinya :D. Setelah itu kereta bergerak menuju Stasiun Cirebon, kemudian baru menuju stasiun akhir di Gambir.

Setelah sampai di Stasiun Gambir, saya sok-sokan naik bus damri. Eh taunya malah naik bus Trans Jakarta menuju Bandara. Setelah berangkat saya baru sadar, dan kata kondekturnya, bus ini langsung menuju Bandara Soekarno Hatta. Aduh, terpaksa saya minta tolong diturunkan di tempat paling dekat dengan kosan. Akhirnya saya diturunkan di dekat pintu keluar jalan tol di Jakarta Utara. Jangan tanyakan di mana, saya buta jalan dan tempat. Dari sini saya berjalan sekitar 1KM untuk keluar dari jalan tol, yah daripada di bandara kan.

Lagi-lagi saya bertindak tanpa berpikir jernih dan buru-buru dalam perjalanan kali ini. Niat mau hemat eh pengeluaran malah bertambah besar. Sebelumnya saya sudah bayar tiket bus seharga 50K, padahal kalau naik ojol langsung ke kos hanya sekitar 30K. Belum lagi waktu yang dihabiskan. Kacau memang, padahal baru kemaren mengingatkan diri agar jangan terburu-buru mengambil keputusan. Masa ga belajar sih. Mudah-mudahan setelah 2 kali, belajarnya lebih dapat.

Setelah keluar dari pintu tol, di dekat sana ada halte Trans Jakarta sesuai petunjuk kondektur busnya. Dari sini saya naik Trans Jakarta menuju halte Grogol, baru kemudian transit menuju ke halte Podomoro City. Setelah itu barulah saya naik ojol menuju kos. Fuh, akhirnya sampai juga. Berakhir juga perjalanan kali ini. Semoga pelajaran yang didapat dalam perjalanan ini membuat saya lebih baik, terutama jangan terburu-buru mengambil keputusan. Biar lebih ingat saya besarkan kalimat ini jadi quote dalam postingan kali ini.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan

Masfran Zhuo

Leave a Reply