Resolusi tahun 2019
Financial,Life Lessons,Tips

Yuk Bahas Resolusi 2018 dan 2019

Tidak terasa ya sudah tahun 2019. Gimana ne dengan teman-teman? Apakah ada perubahan signifikan dalam hidup kalian? Bagaimana dengan resolusi tahun 2018 kalian? Apakah terealisasi? Atau malah tidak membuat resolusi sama sekali? Tidak apa-apa kalau belum ada, karena kalian bisa mulai membuat resolusi ditahun 2019 ini.

Kenapa perlu membuat resolusi? Karena dengan adanya resolusi, maka kita bisa mereview apa yang telah kita capai dan tidak selama 1 tahun dalam hidup kita. Dengan begitu, maka kita bisa mempersiapkan diri lagi untuk menghadapi tahun berikutnya. Apa ne yang kurang, apa ne yang berlebih. Tahun ini saya harus kurangi ini dan fokus ke itu dan tidak melakukan hal ini lagi.

Oh ya, satu hal yang penting dalam membuat resolusi adalah adanya satuan yang bisa kita capai. Jangan membuat resolusi seperti ini “Pokoknya tahun depan saya harus sukses! Saya harus kaya!”. Tidak salah sih, tetapi kalau tidak ada satuan atau angka yang ingin kita capai, maka sulit bagi kita untuk mengukur sudah sejauh apa sih kita dari resolusi kita. Maka dari itu, membuat resolusi itu harus ada angka, seperti saya ingin punya uang tabungan sebesar 999 Juta direkening sebelum akhir tahun 2019. Dengan begitu, saat bulan Juli jika tabungan kita baru ada 99 Juta, maka kita tahu masih ada 900 Juta yang harus kita tabung dalam 6 bulan terakhir. Selain itu, kita juga tahu apakah target angka itu mungkin atau tidak, sehingga tahun depan kita bisa menambah atau mengurangi angka targetnya sesuai pencapaian tahun sebelumnya.

Cukup ya sekilas tentang pengenalan resolusi. Selanjutnya, mari kita lihat apa yang sudah saya capai ditahun 2018 dan apa resolusi 2019 saya. Saya tidak akan berbagi semua resolusi saya, tetapi beberapa saja yang saya kira tidak apa-apa kalau di komsumsi secara publik. Oh ya, sebelumnya ditahun 2018 saya membuat 10 resolusi, dan sampai akhir tahun, 6 dari 10 resolusi tersebut tercapai. Lumayan kan, nah untuk tahun 2019 ini, saya mengurangi jumlahnya menjadi setengah saja. Mari kita lihat apa saja yang bisa saya share dari resolusi tersebut.

 

Lari

Tahun 2017 saya menyelesaikan lomba lari 10K untuk pertama kalinya, sehingga tahun 2018 saya punya resolusi untuk mengupgrade kategori lomba larinya. Jadilah saya punya resolusi untuk menyelesaikan HM (Half Marathon) ditahun 2018. Saya membuka virgin HM saya bulan November 2018 dengan catatan waktu tiga setengah jam. Yes! satu resolusi tercapai :D.

Bagaimana dengan tahun 2019? Apakah FM (Full Marathon) menjadi target saya? Nope, bukan tahun ini. Di tahun 2019, saya akan fokus untuk memperbaiki catatan waktu saya di HM. Targetnya adalah under 3 hours. Saya rasa ini target yang sangat realistis, asalkan saya tetap rutin berlari, maka rasanya resolusi ini akan dengan mudah saya capai :D.

Oh ya, di tahun 2018 saya mendaftar 6 lomba lari, yang 5 diantaranya saya ikuti. Saya mengikuti lomba lari setiap bulan dari bulan Juli sampai Desember. Untuk tahun 2019, saya tidak berencana mengambil lomba lari sebanyak itu lagi. Targetnya sih cuma satu, yaitu untuk menguji latihan Half Marathon di atas.

 

Traveling

Tahun 2017 saya memulai solo travelling pertama dan perjalanan itu sangat berdampak bagi perubahan pribadi saya. Karena itu, saya membuat resolusi lagi ditahun 2018 untuk melakukan 1 kali solo travelling. Alhasil resolusi ini tercapai, baik yang sendirian maupun bersama teman selama lebih dari 1 kali malah.

Kata orang sesuatu yang berlebih itu tidak baik. Yah, itulah yang saya rasakan. Saya merasa lelah dalam perjalanan terakhir saya. Kenapa? karena saya merasa menghamburkan uang terlalu banyak tanpa manfaat yang berarti, sehingga untuk tahun 2019 travelling tidak termasuk dalam resolusi saya.

Ingat, travelling itu bukan untuk have fun atau mencari kesenangan, tetapi untuk perkembangan atau perubahan. Senang, sedih, merasa bodoh, belajar membuat keputusan, kemandirian dan sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan hidup kita. It’s not about fun at all, it’s about your growth. Dan saya merasa cukup untuk travelling di tahun 2018. Saatnya mencari makna kehidupan dalam jalur yang berbeda.

PS: Bukan berarti tidak ada dalam resolusi, saya tidak mau diajak berpergian lagi ya. Kalau ada teman yang ngajak jalan secara mendadak, mungkin saya masih berminat ikut :D.

 

Menulis

Mari kita mulai lagi dengan tahun 2017. Di tahun itu saya berhasil menyelesaikan 1 buah E-Book. Sederhana sih, tetapi itu tetap merupakan karya kebanggaan saya. Karena itu, saya membuat resolusi untuk menulis atau menyelesaikan sebuah buku di tahun 2018. Hasilnya adalah tidak ada satupun paragraf bahkan kalimat yang saya tulis untuk buku itu. Apa masalahnya? Karena saya hanya membuat resolusi tanpa arah yang jelas, judul buku yang akan saya tulis saja tidak ada. Bagaimana bisa memulai, kalau bahkan judul saja tidak ada.

Jadi bagaimana dengan tahun 2019? karena ditahun 2018 saya tetap konsisten menulis untuk blog ini, sekurang-kurangnya 1 artikel berhasil diposting setiap bulan, maka untuk tahun 2019 saya mempunyai target yang sama, yaitu konsisten menulis dan memposting setidaknya 1 artikel setiap bulan di tahun 2019. Target yang cukup realistiskan? Selain itu saya juga punya target bonus, apalagi kalau bukan menyelesaikan 1 buah buku ditahun 2019. Yah walaupun judulnya masih belum ada juga :p. Mari kita sambil pikirkan selama tahun 2019 ini.

 

Membaca

Setelah tahun 2017 saya berhasil mencapai target untuk membaca 2 buah buku dalam 1 bulan, yaitu total 24 buku dalam 1 tahun. Maka tahun 2018 saya menaikkan target untuk menyelesaikan membaca 30 buah buku dalam 1 tahun. Dengan begitu, setidaknya saya harus membaca 2 atau 3 buku setiap bulannya.

Hasilnya saya berhasil menyelesaikan 31 buah buku selama tahun 2018. Lebih dari yang ditargetkan. Walaupun begitu, saya merasa ada yang aneh dan tidak puas dengan hasilnya. Mengapa? Karena terkadang saya membaca buku hanya dengan tujuan untuk mencapai target yang saya buat, tanpa memahami betul isi buku yang dibaca. Karena itu, ditahun 2019, saya mengurangi jumlah target buku yang akan dibaca dalam 1 tahun menjadi 12 buku. Ini berarti setidaknya saya harus membaca 1 buah buku perbulan. Tujuan saya mengurangi target tersebut adalah supaya bisa punya lebih banyak waktu mengimplementasikan apa yang dibaca dibanding hanya sekedar membaca untuk menyelesaikan jumlah target saja.

 

Finansial

Terakhir dan yang paling penting yaitu tentang finansial. Tahun 2018 saya punya target untuk mempunyai tabungan sebesar X rupiah diakhir tahun, tetapi ternyata saya hanya bisa mencapai 70% dari target tersebut. Sedangkan untuk tahun 2019, saya akan mengurangi jumlah uang yang akan ditabung menjadi setengah dari yang ditargetkan tahun 2018 + 30% yang belum tercapai tahun sebelumnya.

Salah satu alasan saya mengurangi target jumlah tabungan adalah karena, ditahun 2019 ini saya ingin mengalokasi dana ke investasi saham dan reksadana. Saya sudah membuat hitungan-hitungan sendiri untuk hal ini, 20% dari hasil pendapatan akan di investasikan, 20% lagi untuk tabungan dan sisa 60% untuk keperluan sehari-hari.

Jangan ditanya itu hasil persentase diambil dari mana, karena itu hanya hitungan-hitungan saya berdasarkan pendapatan sendiri. Kalian juga bisa membuat persentase kalian sendiri ataupun mengikuti punya saya tidak masalah. Yang penting itu disesuaikan dengan jumlah pemasukan dan pengeluaran masing-masing orang.

 

Sekian cerita review resolusi 2018 saya dan resolusi saya di tahun 2019. Bagi teman-teman yang ingin berbagi tentang resolusinya, maupun memberi saran atas resolusi saya, jangan segan dan ragu untuk meninggalkan komentar kalian di bawah. Selamat tahun baru 2019!

Leave a Reply