Ketinggalan Kereta
Life Lessons,Travel

Road to Borobudur Marathon: Ketinggalan Kereta

Yeah! Saatnya liburan. Saya pulang dari kantor lebih cepat hari itu (16 November 2018). Masih ingat waktu itu gerimis dan saya memesan Gocar untuk pulang ke kosan yang jaraknya tidak sampai 1KM. Bukan karena saya lagi banyak uang, takut basah ataupun malas, hanya saja waktu itu saya punya voucher gratis Gocar yang melimpah :D.

Setelah sampai di kos saya malah lebih memilih tidur daripada makan malam. Sekitar jam 19:30 WIB saya bangun. Kemudian lanjut mandi dan packing sebelum menuju Stasiun Taman Kota. Oh ya, liburan kali ini saya mengikuti lomba lari di Candi Borobudur, Magelang. Sekalian mampir jalan-jalan ke Jogja. Jadi rencananya malam itu saya akan berangkat ke Jogja melalui kereta dari Stasiun Pasar Senen.

Sekitar jam 20:00 WIB sayapun memesan ojek online menuju Stasiun Taman Kota. Dari sini saya lanjut naik KRL alias Commuter Line menuju Stasiun Pasar Senen. Dan hal paling tidak diinginkan pun terjadi. Tinggal satu stasiun lagi ne KRL malah ga jalan-jalan. Padahal jam 22:00 WIB kereta saya berangkat dari Jakarta menuju Yogyakarta. Sekarang jam 21:55 WIB dan pada jam 21:58 WIB akhirnya saya baru turun dari KRL. Dari sini saya lanjut naik ojek pangkalan seharga 25K menuju Stasiun Pasar Senen. Dengan kekuatan super ngebut ojek pangkalan, sayapun tiba di Stasiun Pasar Senen jam 22:02 WIB dan berlari layaknya The Flash mencari mesin untuk print tiket kereta.

Setelah salah tempat dan tanya sana sini, akhirnya saya pun sampai didepan mesin. Tinggal scan codenya dimesin dan tampilan apakah Anda akan mencetak tiket ini atau apalah itu keluar. Di bawahnya ada 2 tombol, 1 berwarna merah dan 1 berwarna hijau. Jika menekan tombol merah maka seluruh dunia akan meledak, sedangkan jika menekan tombol hijau, maka sayapun menjadi superhero yang menyelamatkan dunia. Sungguh pilihan yang mudah. Sayapun menekan tombol hijau dan yah “Maaf tiket sudah tidak bisa dicetak karena waktu telah lewat”. Yah kira-kira seperti itulah kalimatnya. Tak tik tuk tak Tik TOk!!!! (memaki dalam hati)

Kebetulan ada petugas di sana, sayapun menanyakan kok ga bisa print lagi (pura-pura ga tahu, padahal udah jelas-jelas terlambat). “Coba liat itu waktu berangkatnya jam berapa?” Kata petugas tersebut. “Jam 22:00 WIB, sekarang sudah jam berapa? 22:06 WIB” ngoceh petugas tersebut. “Jadi udah ga bisa lagi pak, udah lewat”. Yah saya juga tahu pak saya telat!, mana tahu ada solusi lain kan (memaki dalam hati).

Akhirnya yang saya tanyakan adalah dimana bisa beli tiket lagi untuk hari ini, yang diarahkan menuju ke loket pembelian. Ternyata tiket untuk hari ini sampai tanggal 19 November sudah habis. Ya iyalah orang liburan panjang. Masih ada sih sebenarnya yang transit dulu ke Cilacap. Berangkat jam 6 pagi dan sampai di Jojga jam 6 sore. Ampun dah ga sanggup saya. Udah capek ini batin dan pikiran (dasar lemah).

Akhirnya saya memesan tiket pesawat Citylink yang berangkat besok malamnya dengan harga 4x tiket kereta yang hangus malam ini. Batal juga deh saya merasakan pertama kalinya naik kereta api. Wah mau maki siapa ne, hahaha. Setelah memesan tiket pesawat di atas melalui aplikasi Traveloka, barulah saya balik lagi ke kosan. Tidak lupa saya membeli nasi goreng, karena daritadi masih belum sempat makan malam, kalau makan hati mah dah berkali-kali malam itu, hahaha. Apa yang bisa dipetik dari pengalaman di atas? Tidak ada! mau petik apa? buah semangka? semangka mah menjalar, ga perlu dipetik. Makanya lain kali buruan gerak, malah tidur!

Leave a Reply