Pantai Kelingking, Nusa Penida
Travel

Menjelajah Nusa Penida, Bali

Postingan kali ini merupakan lanjutan dari perjalanan saya ke Bali bagian pertama dan kedua. Jika hari pertama kami menghabiskan waktu di Bali, maka kali ini saya akan menceritakan perjalanan kami ke Nusa Penida.

 

Pelabuhan Sanur, Bali

Perjalanan ke Nusa Penida kali ini dilakukan bersama teman sekampung saya, Inan. Waktu itu merupakan hari Minggu dan kami sudah bangun sekitar jam 5 pagi. Setelah siap-siap, kamipun mengenderai motor menuju Pelabuhan Sanur dan sampai di sana sekitar jam 6. Ternyata kami kepagian, karena loket penjualan tiket kapal ke Nusa Penida belum buka saat itu.

Sekitar jam 7, barulah kami mulai mengantri untuk membeli tiket ke Nusa Penida. Waktu itu kami membeli tiket kapal Mola-Mola Express Fast Boat seharga Rp. 200.000 untuk perjalanan pulang pergi dari Pelabuhan Sanur ke Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida. Beruntunglah kami datang cepat dan mendapat antrian di depan, karena tidak berapa lama kemudian, antrian sudah sangat panjang. Kami mendapat kapal yang berangkat trip pertama, yaitu jam 8, sedangkan yang terlambat dapat trip ke-2 pada jam 9.

Sekitar jam 8 kamipun dipersilakan naik ke kapal. Tidak ada dermaga menuju ke kapal di Pelabuhan Sanur, jadi siap-siap deh basah, karena satu-satunya jalan adalah melewati Pantai Sanur dan berjalan di dalam air yang tingginya dapat mencapai lutut saya, bahkan lebih. Kasihan yang badannya pendek, karena bahkan ada yang basah sampai pinggangnya. Dari sini juga keliatan mana laki-laki romantis yang sayang pada pasangannya. Ada yang pake acara gendong istri segala loh! Kemudian ada juga ibu-ibu yang memakai pakaian adat Bali, tetapi sayang! suaminya bukan tipikal romantis :D.

Perjalanan dari Pelabuhan Sanur ke Pelabuhan Sampalan memakan waktu 45 menit dengan fast boat. Ombaknya cukup besar waktu itu, untungnya kami berdua tidak ada yang mabuk kapal. Kalau tidak tak terbayang deh, masa baru naik kapal aja udah teler, gimana mau lanjut ke perjalanan selanjutnya.

 

Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida

Setelah sampai di Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida, kami langsung ditawari jasa sewa mobil maupun motor. Kami memutuskan untuk menyewa motor saja dengan harga Rp. 70.000/hari. Kami di bawa ke tempat parkir motor oleh bli yang menawari kami di pelabuhan tadi. Kemudian kami disuruh mengambil sendiri motor yang sudah ditunjuknya. Kunci motor ternyata dibiarkan berada di motor saja. Kayaknya mereka udah saling percaya saja di sini. Oh ya, kami harus mengisi bahan bakar lagi, karena tersisa sedikit. Jangan takut, karena bli memberitahu kami, bahwa ada pom bensin tidak jauh setelah keluar dari sini. Walaupun nyatanya tidak sedekat yang kami kira.

Tujuan pertama kami di sini adalah menuju ke ikon Nusa Penida, yaitu Pantai Kelingking. Perjalanan naik motor di Nusa Penida sangat menyenangkan. Awalnya kita dihadapkan dengan jalan yang berada di tepi laut dengan karang yang terlihat jelas. Kemudian kita melewati jalan naik turun tebing dengan pemandangan pepohonan dataran tinggi yang sangat hijau dan adem. Tentunya pada beberapa bagian lumayan terjal dan curam, jadi berhati-hatilah dalam perjalanan. Oh ya, pada beberapa bagian ada jalan yang rusak level menengah dan level parah. Jadi sekali lagi, berhati-hatilah berkendara di sini.

 

Pantai Kelingking

Kali ini saya lupa berapa lama waktu tempuh dari Pelabuhan sampai ke Pantai Kelingking, karena sangking menikmati indahnya pemandangan. Ops! maaf saya bohong, sebenarnya karena saya bawa motor, sedangkan Inan mengarahkan saya dengan Google Maps. Jalan ke Pantai Kelingking hanya tinggal mengikuti arah, karena jalan yang bersimpang tidak banyak.

Setelah sampai di Pantai Kelingking dan memarkirkan motor, kami langsung menuju ke pinggir tebing untuk melihat ikon Nusa Penida yang satu ini. Wow! ternyata bukan hanya bagus dari foto saja, melihat dengan mata kepala sendiri jauh lebih mengagumkan. Ujung tebing pantai yang mirip kepala dinosaurus ini sangat unik dan memukau mata. Percampuran warna hijau pepohonan dan biru laut, disertai suara hempasan ombak sangat mendukung momen ini. Kami bakal bisa berlama-lama hanya untuk melihat pemandangan ini.

Tidak cukup sampai disitu, kami akhirnya memutuskan untuk terjun ke tebing. Eh! maksudnya turun dari tebing menuju ke pantainya, gila kali terjun ke sana. Satu hal yang ingin saya katakan, perjalanan naik turun ke bawah ini sangat menguji adrenalin dan stamina. Perjalanan naik turun tebing ini memakan waktu sekitar 2 jam loh, dan sangat worth it kalau kita sudah berada dibawah dan melihat Pantai Kelingking dari sudut lain.  Worth it, karena bisa melihat satu stan yang menjual minuman di situ. Ga nyangka emang! saya dan Inan speechless melihat bli yang menjual minuman di situ. Baru turun aja saya sudah ngo-ngosan, ne bli malah turun dengan bawa barang jualan, salut memang.

Worth it-nya ternyata cuma sampai pas di bawah tebing. Pas naik baru deh nyesal, capeknya minta ampun. Sampai di atas sudah habis terkuras ne stamina. Masa baru di Pantai Kelingking aja udah tewas, gimana mau lanjut ke destinasi berikutnya. Ga terbayang deh sama bli yang jualan di bawah sana. Apa jangan-jangan ada jalan rahasia yang mudah dan cepat untuk mencapai ke bawah ya? Mungkin semacam lift dalam tanah gitu. Kasih tahu dong bli 😀.

Untungnya hanya saya yang kehabisan stamina. Sedangkan Inan keliatan masih kuat-kuat saja. Oh ya, lupa menjelaskan kondisi rute jalan naik turun tebing tersebut. Di awal-awal sih masih mudah ya, tetapi makin lama makin curam ne jalannya. Jadi emang perlu fokus dan hati-hati kalau berniat turun, salah langkah say good bye dah.

Setelah sampai di atas, karena sudah waktunya makan siang, maka kami sekalian makan siang dulu sebelum melanjutkan ke perjalanan selanjutnya. Kebetulan di sini ada beberapa warung yang normal, tidak seperti yang di bawah tebing itu tuh, hahaha.

 

Angel Billabong

Setelah itu, kamipun melanjutkan perjalanan ke Angel Billabong dan Broken Beach. Kedua lokasi tempat wisata ini berdekatan, mungkin kurang dari 1 Km atau setengahnya. Perjalanan ke sini melalui jalan yang rusak hampir 90% perjalanan. Apalagi pas mau sampai, yang ada hanya jalan tanah yang bergelombang, keras dan naik turun. Kami bahkan hampir jatuh dari motor saat perjalanan pulang di sini. Tidak ada yang terluka, hanya saja pas hampir jatuh dari motor, tangan saya malah reflek mengegas motor. Untungnya Inan sudah loncat dari motor, sedangkan saya berhasil menstabilkan motor dengan kaki saya, sehingga akhirnya motor miring 45 derajat dan sayapun menghentikan reflek gas motor tersebut.

Ok, balik ke perjalanan sebelumnya. Setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 30-45 menit, akhirnya kamipun bisa turun dari motor. Pinggul sudah pegal-pegal akibat jalan rusak tadi. Setelah memarkirkan motor dan membayar biaya masuk sekitar Rp. 5.000, sama dengan saat berada di Pantai Kelingking, kamipun berjalan kaki menuju Angel Billabong.

Angel billabong berbentuk seperti kolam yang tidak berbentuk atau abstrak. Kenapa saya katakan kolam tidak berbentuk kolam? Karena ada genangan air yang dalam seperti kolam di antara lubang raksasa yang dikelilingi bebatuan dari tebing. Selain itu air di sini sangat jernih sekali, sehingga kita bisa melihat dasarnya yang berupa bebatuan. Hempasan ombak juga sangat dekat sekali dengan bebatuan tebing di sini. Walaupun namanya angel, tetapi tempat ini sudah memakan korban jiwa. Jadi hati-hati kalau mau turun ke sana, pastikan air laut tidak sedang naik, sehingga hempasan ombak tidak menjangkau lebih dekat di pinggir bebatuan Angel Billabong.

 

Broken Beach

Kemudian kami melanjutkan berjalan kaki ke Broken Beach. Untuk menuju ke Broken Beach dari Angel Billabong, kami melalui jalan kecil yang di samping kiri dan kanannya terdapat kaktus, tetapi di kemudian hari sepertinya jalan ini tidak akan di pakai lagi, karena tepat disampingnya, sedang ada pengerjaan pembuatan jalan yang menuju dan mengelilingi Broken Beach.

Wow! lagi-lagi Nusa Penida membuat saya takjub. Tidak cukup dengan Pantai Kelingking dan Angel Billabong, Broken Beach tidak kalah jauh dan uniknya. Bayangkan bentuknya seperti kolam raksasa berbentuk lingkaran. Kemudian di salah salah satu sudut tepi lingkaran, terdapat sebuah lubang raksasa tempat masuknya air. Ombak yang berada di lubang raksasa tersebut dapat kita dengar dengan jelas, walaupun berada tinggi di atas tebing. Bunyi ombak dan pemandangan Broken Beach membuat kami tertegun dan betah lama-lama di sana.

Di sini kami mengelilingi Broken Beach dan di ujung Broken Beach terdapat pemandangan yang tidak jauh indahnya, laut dengan pemandangan tebing dan hempasan ombaknya, sedangkan kami duduk di tempat yang seperti padang rumput kering. Kami duduk sebentar di sini dan menikmati siuran angin serta pemandangan indah di depan mata. Ini merupakan destinasi terakhir kami di Nusa Penida, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Pelabuhan Sampalan.

 

Pulang

Sebenarnya masih ada tempat wisata lagi yang bisa dikunjungi di Nusa Penida. Seperti Crystal Bay, tetapi karena waktu tidak memungkinkan, maka setelah dari Broken Beach, kami langsung kembali ke Pelabuhan Sampalan. Kami naik kapal dan meninggalkan Nusa Penida sekitar jam 4:30 WITA dan sampai di Pelabuhan Sanur 45 menit kemudian.

Memang tidak salah Nusa Penida menjadi salah satu tempat wisata paling popular di Bali saat ini. Tempat-tempat wisatanya sangat unik, dari Pantai Kelingking, Angel Billabong dan Broken Beach. Masing-masing punya keunikan sendiri dan sangat menawan. Pastikan kalian sempat mengunjungi Nusa Penida saat berada di Bali. Tidak akan menyesal pastinya, tetapi kalau turun ke Pantai Kelingking ya opsional :D.

2 Comments

  • Wisata Bali

    Wah pantainya indah, biru-biru yang cerah.
    Bali memang dari dulu terkenal dengan keindahannya, apalagi sekarang akses menuju Nusa Penida semakin mudah, jalan sudah mulai diperbaiki untuk meminimalisir kejadian yang sama seperti mas kemarin.
    Masih banyak spot intagramable di Nusa Penida, seperti pulau seribu, pantai atuh dan bukit teletubbies yang menunggu untuk di explore !!

    Reply

  • Nusa Tour Adventure

    ini baru postingan terbaik yang pernah saya baca terutama membahas Pulau Nusa Penida. Sayang masfran cuma trip nya one day saja ya. Hanya berkunjung ke Nusa Penida bagian barat saja. Dicoba mas ke Nusa Penida bagian timur banyak tujuan wisata bagus dan indah.
    Terimakasih sudah berkunjung ke pulau kami. Jangan lupa kembali lagi untuk tour Nusa Penida yang menarik dan menyenangkan.

    Reply

Leave a Reply Cancel Reply To Comment