Salah satu pantai tersembunyi di Bali yang ramai dengan pengunjung
Travel

Dadakan! Tanpa Rencana Matang ke Bali – Part 1

Bali mungkin masuk dalam list tempat yang akan dikunjungi bagi kebanyakan orang, tapi tidak bagi saya. Bali sama sekali tidak ada dalam list tempat yang akan saya kunjungi dalam waktu dekat. Memang pernah terlintas untuk pergi ke Bali, apalagi sebagai warga negara Indonesia, masa sih tidak pernah menjejakkan kaki ke sana. Padahal kalau bertemu orang di luar negeri dan membicarakan asal kita dari Indonesia, kebanyakan dari mereka pasti merespon dengan kata Bali.

Jadi, kok akhirnya saya bisa bepergian ke Bali? Semua ini bermula dari ajakan teman SMP saya. Teman saya yang sering disapa Inan, waktu itu sedang melanjutkan perkuliahan S2-nya di Jogja dan akan wisuda sebentar lagi. Oleh karena itu, sebelum kembali melanjutkan dinasnya di Anambas, Kepulauan Riau, jadi dia berniat bepergian ke Bali. Selagi masih berada di Pulau Jawa dan dalam radius yang terjangkau tentunya.

Saat diajak oleh Inan, sayapun melakukan survey harga penerbangan pulang pergi Bali-Jakarta. Keesokan harinya, kami berdua sudah memesan tiket penerbangan ke Bali. Jadwalnya kami akan berangkat kurang dari 10 hari setelah pemesanan tiket tersebut. Tentunya saya akan berangkat dari Jakarta dan teman saya dari Yogyakarta.

Sebelum hari H, saya sempat membuat list tempat yang akan dikunjungi di Bali alias itinerary. Itinari tersebut saya buat di Coggle dalam bentuk mindmap untuk perjalanan selama 2 hari. Teman saya Inan hanya punya satu wishlist saat itu, yaitu Nusa Penida. Jadi kami membuat itenari 1 hari dihabiskan di Nusa Penida dan 1 hari lagi di Bali.

Tiket pesawat yang kami pesan berangkat Jum’at malam, dengan jadwal tiba di Bali pada tengah malam. Kemudian, rencana kami hari Sabtu subuhnya langsung berangkat ke Nusa Penida dan hari Minggunya menghabiskan waktu di Bali. Dituntaskan malam harinya saya pulang ke Jakarta, sedangkan Inan tetap tinggal di Bali, karena Senin siangnya dia akan melanjutkan perjalanan ke Lombok, NTB. Yah rencana yang simple dan kelihatannya akan berjalan lancar. Tinggal menunggu hari H dengan kejutan tak terduga dan rencana yang harus berubah :D.

Hari H pun tiba. Saat itu hari Jum’at dan saya masih bekerja seperti biasa paginya, hanya saja kali ini saya pulang on time. Setelah pulang dari kantor menuju kosan, saya langsung mengeluarkan isi perlengkapan kantor dari tas dengan pakaian yang telah saya siapkan malam sebelumnya. Dengan membawa satu tas ransel, sayapun keluar untuk makan malam. Kemudian memesan ojek online menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sebelum jam 20:00 WIB saya sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, padahal penerbangannya jam 22:00 WIB. Kepagian memang, apalagi ada pemberitahuan penerbangan delay 1.5 jam sampai jam 23:30 WIB. Tahukan kalo delay itu rata-rata dari maskapai mana, ga perlu disebutlah ya, haha. Sambil menunggu, nonton sepakbola dulu, kebetulan ada pertandingan piala dunia antara Prancis dan Uruguay. Saat pertandingan berlangsung, pihak maskapai memberikan nasi kotak kompensasi delay. Lumayan juga ne sambil nonton dapat makan lagi.

Oh ya, kebetulan teman saya di Jogja mengalami delay juga dengan maskapai penerbangan yang sama, tapi setengah jam sebelum saya dia sudah berangkat duluan ke Bali. Sebelum jam 00:00 WIB, saat pertandingan sepakbola telah selesai, giliran kami yang naik ke pesawat. Setelah semua penumpang berada di dalam pesawat, begitu juga bagasi yang sudah tersusun rapi. Ada pengumuman bahwa penerbangan ke Bandara Ngurah Rai DIBATALKAN!, karena Bandara Ngurah Rai akan tutup saat kami tiba di sana. Speechless… itulah yang saya rasakan saat itu, terbayang dalam pikiran rencana kami subuh besok untuk ke Nusa Penida bakal batal. Beberapa detik kemudian, setelah menerima kenyataan, saya dan penumpang sebelah saling memandang dan tersenyum pasrah :D. Tetapi ini tidak berlaku bagi semua penumpang. Ada seorang bapak-bapak yang marah dengan pramugari, karena hal ini. Kemudian hal ini dileraikan sesama penumpang yang lain. Tetapi karena tidak bisa berbuat banyak, seiring waktu perselisihan ini pun pudar begitu saja.

Setelah itu, kami diturunkan lagi dari pesawat dan naik shuttle bus ke dalam bandara lagi. Petugas mengatakan akan menjelaskan situasinya kepada kami di sana. Termasuk jadwal penerbangan berikutnya dan refund uang atas pembatalan penerbangan ini.

Setelah kembali ke bandara, saya langsung mengabarkan ke teman saya melalui Whatsapp, bahwa penerbangan dibatalkan. Menurut petugas, penerbangan akan dijadwalkan berangkat lagi pada jam 03:00 WIB. Sepuluh menit kemudian, teman saya sudah membalas pesan saya. Ternyata dia barusan landing di Bandara Ngurah Rai, pembicaraan kemudian dilanjutkan lewat telepon. Katanya dia akan mencari penginapan terlebih dahulu bersama temannya yang sudah menunggu di Bali. Kami juga membahas perubahan rencana, jika tidak sempat ke Nusa Penida pagi ini, maka di tukar ke hari Minggu, jadinya hari ini keliling Bali saja.

Saat para penumpang lain sedang mengantri pengambilan uang refund, saya lebih memilih menonton sepakbola lagi, karena antrian sangat panjang. Kebetulan saat itu ada pertandingan delapan besar antara Brazil dan Belgia. Kemudian saat half time, barulah saya ikut antri. Lumayan sih uang refundnya, lebih dari setengah harga yang dibayar. Cukup untuk mengobati rasa kecewa dan marah pada maskapai ini.

Setelah pertandingan sepakbola selesai yang dimenangkan oleh Belgia, ternyata penerbangan kami ditunda lagi menjadi jam 05:00 WIB. Sudah jam segitu mau tidur juga tanggung, akhirnya saya menghabiskan waktu keliling bandara dan mencoba membeli minuman dari vending machine bandara. Jika diperhatikan ternyata harga sebotol air lebih mahal dibanding minuman kaleng di bandara (penting ga penting).

Sekitar jam 05.00 WIB kami mendapat sarapan lagi dari maskapai, tentu saja menu makanan yang sama dengan kemaren malam. Firasat buruk lagi ne kalau dapat makanan :p. Ternyata benar, sampai jam 05:00 WIB pagi belum ada tanda-tanda akan berangkat. Para penumpang sudah marah dan petugas yang datang menghadapi penumpang jadi sasaran sindiran dan amukan mereka. Ada juga yang sampai menendang-nendang meja di dekat petugas. Kemudian ada bapak-bapak yang  minta surat keterangan ditanda-tangani petugas maskapai. Bapak tersebut ada kunjungan bisnis di Bali dan rencananya jam 09:00 WIB pagi dia sudah balik lagi ke Jakarta, tetapi sampai jam 05:00 WIB pagi saat itu dia masih di Jakarta, miris emang.

Setelah suasana semakin memanas, akhirnya sekitar jam 06:00 WIB kami mendapat kabar gembira juga. Apalagi kalau bukan penerbangan ke Bandara Ngurah Rai akhirnya terealisasi juga. Fix juga rencana ke Nusa Penida gagal hari ini. Setelah duduk di dalam pesawat dan akhirnya berada di udara, para penumpang keliatan lebih lega pasca trauma tadi :D. Sekitar jam 08:00 WITA akhirnya kami mendarat juga di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Sebelum penerbangan saya sudah mengabari teman saya dan ternyata dia akhirnya menginap di kos temannya, karena penginapan rata-rata menerima tamu dengan waktu check-in jam 2 siang. Setelah sampai di Bandara Ngurah Rai, rasanya senang sekali akhirnya mendaratkan kaki juga ke Bali. Apalagi dengan peristiwa delay lebih dari 8 jam tersebut. Saya juga mengabari teman saya saat sudah berada di dalam bandara, kami akhirnya memutuskan bertemu di Pantai Kuta. Saya berjalan kaki cukup jauh keluar dari bandara, sebelum akhirnya memesan ojek online menuju Pantai Kuta.

Begitulah cerita bagaimana akhirnya saya menjejakkan kaki pertama kalinya di Bali. Belum apa-apa sudah begitu banyak tantangan. Kelanjutan ceritanya akan saya tulis di artikel berikutnya. Moga-moga perjalanan berikutnya tidak sesial hari pertama, bahkan jauh lebih baik :D.

Leave a Reply