Bandara KLIA2
Tips,Travel

Pengalaman di Bandara KLIA2

Ada yang pernah ke bandara KLIA2. KLIA2 adalah singkatan dari Kuala Lumpur International Airport 2. Bandara ini digunakan untuk penerbangan yang low cost carrier alias yang lebih terjangkau :D. Tapi jangan salah sangka, walaupun ditujukan untuk low cost carrier, bandara ini sangat luas dan terdapat sebuah mall besar di sini. Ga akan habis deh kalau kalian keliling di mall ini berhari-hari, haha bercanda kok maksud saya 2-3 jam.

Kemaren saya pernah merasakan transit di bandara KLIA2 selama 11 jam saat akan pergi ke Vietnam. Sebenarnya bukan transit ya, karena saya memang membeli tiket terpisah dari Pekanbaru-KL pulang pergi dan KL-Hanoi pulang pergi. Untuk jaga-jaga dan memang itu waktu yang paling pas, maka saya pun membeli tiket pesawat dengan selisih 11 jam.

Penerbangan dari Pekanbaru dan sampai ke bandara KLIA2 pada jam 18:00 WIB atau jam 7 malam waktu setempat di Kuala Lumpur, sedangkan penerbangan berikutnya ke Vietnam pada jam 05:00 WIB atau 6 pagi waktu di Kuala Lumpur. Jadi saya punya waktu sekitar 11 jam atau setengah hari di sini. Daripada bengong atau keluar dari bandara yang waktunya terbatas dan malam hari pulak, lebih baik keliling KLIA2 saja.

 

Spot Tempat Tidur di Bandara

Kebanyakan waktu yang tersisa adalah di malam hari yang merupakan waktunya tidur. Di bandara tersedia tempat tidur berbentuk kapsul. Bagi Anda yang ingin tidur dengan aman dan nyaman itu adalah pilihan yang tepat, tetapi tentunya harus menguras kocek lagi. Bagi backpacker sih cukup dengan tidur gratis saja di bandara.

Di bandara KLIA2 tersedia spot dengan ruang terbuka bagi backpacker yang ingin beristirahat atau tidur-tiduran selama menunggu penerbangan berikutnya. Lokasinya ada di sebelah kiri setelah keluar dari bandara, sebelum menuju mal. Saat saya ke sini, sudah ada beberapa orang yang mengambil spot-spot cantik :D. Yang tersisa hanya spot paling ujung dari tempat charger dan di tengah. Mau ga mau saya memilih tempat tersebut.

 

Refill Air Minum

Selain spot tidur, di bandara juga ada refill air minum gratis. Anda bisa refill air minum di luar depan toilet, tetapi tidak ada disemua toilet. Waktu itu saya menemukannya dekat toilet yang berada di lokasi departure. Kalau Anda masuk dari mal, cari toilet yang berada di sebelah kanan. Sebenarnya ini adalah tempat air minum yang digunakan untuk minum langsung di tempat, hanya saja digunakan oleh saya untuk refill air gratis :D.

Oh ya, beberapa blogger bahkan ada yang mandi di bandara, karena mereka menemukan toilet yang ada shower air mandinya. Sayangnya saya tidak jumpa, jadi waktu itu saya hanya sempat gosok gigi saja.

Wi-Fi Bandara

Ketika malam semakin larut, saya menghabiskan waktu dengan berbaring sambil browsing menggunakan wifi gratis di bandara. Wi-Fi nya lumayan kencang, tetapi sayangnya hanya bisa di pakai selama 1/2 jam. Jangan khawatir, anda cukup mati dan hidupkan kembali Wi-Fi Anda untuk mereset sessionnya. Sambil browsing saya meninggalkan power bank di tempat charger. Waktu lebih banyak saya habiskan dengan tidur-tiduran saja malam itu. Tidur atau tidak malam itu, sayapun tidak sadar :D.

 

Money Changer

Setelah berbaring dan belum bisa tidur, saya memutuskan untuk berkeliling mal. Kali ini tas backpacker saya tinggalkan di spot tempat tidur backpacker. Saat berkeliling mal saya sempat menukar mata uang RM Malaysia ke Dong Vietnam. Ternyata menukar mata uang RM ke Dong lebih menguntungkan daripada menukar dari IDR ke Dong.

Hati-Hati dengan Perbedaan Waktu

Setelah menukar mata uang Vietnam, saya kembali ke spot tempat tidur di bandara. Di sini saya berkenalan dengan 2 orang wanita dari Siak yang akan pergi ke Hongkong. Mereka berdua bekerja di puskesmas dan juga tidur di lokasi backpacker sambil menunggu penerbangan saat subuh.

Sekitar jam 3 mereka sudah siap-siap untuk check in ke tempat keberangkatan. Cepat juga pikir saya saat itu. Tidak lama kemudian sayapun menyusul. Di sini saya sedikit bingung dengan jam pada smartphone android. Tiket pesawat saya menunjukkan keberangkatan pukul 6 pagi (waktu Kuala Lumpur) dan saat itu jam 3:30 di smartphone. Saya tidak tahu ternyata jam pada smartphone akan mencocokkan dengan keberadaan kita saat ini. Itu artinya sekarang memang jam 3:30 waktu Kuala Lumpur. Bukan seperti yang saya pikirkan, yaitu pukul 2:30. Hampir saja tertipu, untung penerbangannya masih lama dan saya akhirnya sadar tentang jam keberangkatannya.

Oh ya, sebelum masuk ke pesawat, terpaksa deh say good bye ke botol kemasan dan parfum semprot saya. Mereka berdua dinyatakan tidak lolos buat di bawa ke dalam kabin pesawat :D.

 

Transportasi KLIA2 – KL Central

Kemudian tentang transportasi di KLIA2. Pusat tranportasi di Kuala Lumpur adalah di KL Central. Jika kita sudah berada di KL Central, maka kita dapat dengan mudah menjangkau tempat lain di Kuala Lumpur. Nah, kali ini saya akan berbagi cerita bagaimana cara ke KL Central dari bandara KLIA2.

Waktu itu saya mendarat di KLIA2, setelah pulang dari Hanoi, Vietnam. Saya berencana menghabiskan waktu 1 malam di Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Sebelum ke sana, tentunya saya harus ke KL Central. Nah untuk ke KL central, Anda cukup ke lantai dasar yang berada di mal bandara KLIA2. Di sana kita dapat membeli tiket bus seharga 12RM atau sekitar Rp. 30.000. Perjalanan naik bus dari bandara KLIA2 ke KL Central memakan waktu lebih kurang 1 jam.

 

Paket Data Internet

Sebelumnya saya juga tidak lupa membeli kartu paket internet untuk 1×24 jam seharga 20RM. Saya membeli merek Maxis waktu itu. Sedangkan untuk Digi lebih mahal yaitu antara 25-30RM. Lumayan juga sih untuk dipakai selama 24 jam, tetapi demi akses kenyamanan dan pentingnya koneksi internet saat ini, maka ini termasuk salah satu kebutuhan saat kita ke luar negeri. Lumayan kan buka Google Maps sebagai pemandu perjalanan atau saat kita sesat. Tips bagi Anda, kalau tidak buru-buru jangan beli paket data internet di bandara, soalnya biayanya lebih mahal.

 

Transportasi KL Central – KLIA2

Setelah 1 malam di Bukit Bintang, saya harus menuju ke bandara KLIA2 untuk pulang ke Indonesia. Sebelumnya dari Bukit Bintang kita bisa naik monorail untuk ke KL Central terlebih dahulu. Waktu itu biaya tranportasi dari Bukit Bintang ke KL Central seharga 2.5RM.

Kemudian dari KL Central menuju ke bandara KLIA2, saya mencoba menggunakan tranportasi KLIA Expres. Harganya tentu saja lebih mahal dibandingkan naik bus yaitu seharga 55RM atau sekitar Rp. 150.000. Tetapi tentu saja waktunya jauh lebih cepat, yaitu sekitar setengah jam saja. Selain itu, naik KLIA Expres juga jauh lebih nyaman. Sebelum tiba ke KLIA2, KLIA Expres berhenti sebentar di terminal KLIA1. Dari sini hanya memakan waktu lebih kurang 5 menit untuk tiba di KLIA2.

 

Oh ya sebelum mengakhiri cerita kali ini. Saya ingin berbagi alasan kenapa saya membuat artikel tentang KLIA2 dan fasilitasnya. Semuanya berawal dari niat saya untuk menginap di bandara KLIA2, yang kemudian mencari tahu apa saja yang bisa dilakukan di sini. Dari hasil browsing, saya menemukan banyak sekali blogger yang berbagi pengalaman mereka di sini. Artikel-artikel dari blogger tersebut sangat bermanfaat, sehingga saya memutuskan untuk berbagi pengalaman di bandara KLIA2 dengan cara menulis juga.

Leave a Reply