The Lying Dragon Statue
Life Lessons,Travel

Jalan-Jalan ke Ninh Binh, Vietnam

Ninh Binh merupakan salah satu provinsi di Vietnam yang terletak di sebelah selatan ibu kota Vietnam, Hanoi. Perjalanan dari Hanoi ke Ninh Binh memakan waktu lebih kurang 2 jam dengan naik bus. Di Ninh Binh terdapat beberapa tempat wisata yang menarik. Salah satunya adalah Tam Coc. Kali ini saya tidak akan menceritakan tentang Tam Coc, karena saya hanya sekedar lalu saja di sana, tetapi saya akan menceritakan pengalaman saya mengunjungi tempat wisata lain di Ninh Binh.

Saya memesan transportasi bus dari Hanoi ke Ninh Binh dari hostel tempat saya menginap, yaitu May De Ville Legend Hotel. Sebelumya saya ditawarin ikut paket tur ke Tam Coc atau Trang An, tetapi karena destinasi tujuan saya Mua Caves tidak terdapat pada paket tur tersebut, maka saya hanya memesan tiket bus untuk pulang pergi Hanoi – Ninh Binh seharga $15. Selanjutnya saya akan bepergian sendiri saat berada di sana.

Waktu itu barang-barang saya tinggal di loker hostel. Di sana memang disediakan loker, tetapi tidak ada kunci gemboknya. Untungnya kunci gembok tas yang saya bawa bisa digunakan untuk mengunci loker. Selain itu, paspor ditahan oleh pihak hostel, kalau mau mengambil paspor saat menginap di sana, maka harus membayar $10, karena tidak ada keperluan, maka paspor tidak saya tebus.

Bus menuju Ninh Binh menjemput langsung di hostel pada jam 8:40 WIB. Di dalam bus saya berkenalan dan duduk di sebelah Mr. Fuk. Dia adalah warga negara Vietnam yang berasal dari kota Ho Chi Minh. Mr. Fuk datang bersama seorang rekannya. Dia ikut tur ke Tam Coc dalam perjalanan kali ini. Selain itu, ternyata dia adalah seorang agen tur perjalanan juga, tetapi beroperasi di kota Ho Chi Minh. Menurut dia, salah satu yang membedakan tempat wisata antara Hanoi dan Ho Chi Minh adalah tujuan tempat wisata di Hanoi lebih banyak daripada di Ho Chi Minh.

Bus sampai di Ninh Binh sekitar jam 11 pagi. Waktu itu saya diturunkan di persimpangan jalan bersama 2 orang bule, karena kami tidak memesan paket tur ke Tam Coc. Tidak ada apa-apa di persimpangan jalan tersebut, hanya ada pangkalan ojek. Padahal sebelumnya dijanjikan akan diturunkan di sekitar Tam Coc oleh pihak hostel, kemudian bisa sewa sepeda motor dari sana. Kenyataannya malah diturunkan di persimpangan jalan. Kondektur bus bilang akan menjemput pada jam 15:30 WIB di sebuah tempat penginapan di Tam Coc, karena pengucapan tempatnya tidak jelas, maka saya meminta dia menuliskannya pada tiket bus.

Setelah diturunkan di sana, kami langsung didekati seorang bapak yang menawarkan taxi dan ojek motor. Karena tidak punya banyak waktu di Ninh Binh, yaitu sekitar 4 jam lebih, maka saya memesan ojek untuk pergi ke tujuan utama saya di sana, yaitu Mua Caves atau dikenal dengan sebutan Hang Mua bagi warga lokal. Harga setelah negosiasi sebesar 100K dong atau sekitar 60-70 ribu rupiah. Waktu itu bapak tersebut bernegosiasi memanfaatkan fitur google voice translate. Canggih juga ternyata bapak tersebut, hahaha. Bapak tersebut hanya sebagai perantara, setelah harga deal dia memanggil driver ojek yang ada di pangkalan.

Berkendara dengan motor di Ninh Binh sangat menyenangkan, selain udara yang segar dan pemandangan perbukitan yang indah, jalanan juga sangat sepi. Bukit-bukit karst terdapat di sepanjang jalan, tidak salah kalau Ninh Binh dijuluki sebagai Ha Long Bay versi daratan.

Ojek yang saya sewa ternyata tidak begitu tahu jalan ke Mua Caves, hampir saja kelewatan, untung waktu itu saya sambil lihat lokasinya di Google Maps. Jadinya malah saya yang menunjukkan arah pada drivernya, hahaha.

Saat sampai di lokasi, saya ke tempat makan untuk makan siang terlebih dahulu. Di sana saya menanyakan lokasi tempat penjemputan bus pada ibu pemilik warung. Waktu itu saya malah ditawarkan untuk sewa ojek yang akan dibawakan oleh anaknya. Setelah menjelaskan destinasi dan waktu yang saya punya, maka kami deal dengan harga 250K dong atau sekitar 150 ribu rupiah. Mahal sih, tetapi karena waktu saya terbatas di sini, maka lebih baik cari yang pasti saja.

Di sana saya memesan nasi goreng, karena nasi gorengnya terlalu panas sewaktu dihidangkan, maka saya minta dibungkus saja. Waktu itu saya berencana untuk ke Mua Caves terlebih dahulu. Sebelum ke Mua Caves, sekalian saya numpang charge power bank dan meninggalkannya bersama makanan saya di sana.

Tujuan saya ke Mua Caves adalah untuk melihat The Lying Dragon Statue yang terdapat di puncak. Sebelum masuk ke Mua Caves, kita harus membeli tiket seharga 100K dong atau sekitar 60 ribu rupiah. Di dalam sana terdapat resort dan taman juga. Beberapa pengunjung datang ke sana dengan sepeda motor atau sepeda.

Dengan kondisi fit, mencapai puncak dengan menaiki tangga adalah hal yang mudah, tetapi saat itu kondisi kaki saya masih sakit akibat perjalanan sebelumnya di Ha Long. Walaupun dengan susah payah, akhirnya saya berhasil juga sampai ke puncak.

Di atas puncak terdapat sebuah tempat peristirahatan kecil dengan patung dewi Kwan Im berwarna putih setinggi 2 meter. Tepat di belakangnya berdiri patung naga yang terkenal dengan sebutan The Lying Dragon Statue. Patung naga tersebut tidak terlalu besar, tetapi ukuran badannya yang panjang dan menajalar di sepanjang puncak bebatuan menjadikan patung naga ini terlihat besar dan megah. Selain patung naga dan dewi Kwan Im, dari atas puncak kita juga dapat melihat Ninh Binh yang dikelilingi bukit-bukit seperti Ha Long Bay, hanya saja di sini bukitnya berada di daratan.

Sebenarnya ada 2 puncak di sini, puncak pertama yang saya kunjungi dan satu lagi tempat sebuah pagoda berdiri. Untuk menuju puncak kedua, maka harus menaiki tangga berbeda saat ditengah perjalanan. Karena kondisi kaki yang tidak begitu baik dan waktu yang terbatas, maka saya memutuskan untuk tidak mendaki puncak satunya lagi.

Setelah turun dengan tertatih-tatih, maka saya kembali ke tempat makan sebelumnya untuk mengambil power bank dan makan siang yang sudah dibungkus. Kemudian saya pergi ke destinasi selanjutnya dengan naik sepeda motor yang dibawa oleh anak pemilik tempat makan tersebut.

Destinasi yang dituju berikutnya adalah Hoa Lu. Hoa Lu merupakan ibukota kerajaan kuno di Vietnam Utara pada abad ke-10. Di Hoa Lu terdapat 2 kuil untuk Raja Dinh dan Raja Le. Selain itu, ternyata tempat ini pernah dijadikan lokasi syuting untuk acara TV Korea yang terkenal, yaitu Running Man.

Dalam perjalanan ke Hoa Lu, driver menunjuk ke salah satu pulau di antara bukit karst di sini. Katanya pulau tersebut adalah tempat syuting film Kong. Drivernya berhenti dan menawarkan saya untuk memfoto pulau tersebut. Walaupun mengambil gambar dari jauh dengan latar belakang yang gelap, tetapi tidak masalah karena bisa dijadikan sebagai kenang-kenangan, hahaha.

Disepanjang perjalanan ke Hoa Lu, kita dapat melihat pemandangan bukit karst yang indah dan juga melewati terowongan yang di bangun menembus bukit-bukit karst tersebut. Ada beberapa kali kami melewati pasangan kekasih yang mengambil foto prewed di sini. Selain itu, kami juga melewati Trang An yang merupakan salah satu tempat wisata dengan sampan di Ninh Binh, tetapi kami tidak sempat singgah di sana.

Tidak lama kemudian kami pun sampai di gerbang Hoalu. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14:00 WIB. Driver bilang kita harus berangkat ke Tam Coc dari sini pada jam 15:00 WIB, agar saya sempat mengejar bus pada pukul 15:30 WIB. Itu berarti saya punya waktu 1 jam untuk mengelilingi Hoa Lu.

Kesan pertama saya tiba di Hoa Lu adalah gerbangnya besar dan keren. Setelah masuk ke dalam gerbang ada kakek yang menghias seekor kerbau. Jika mau foto dengan kerbau tersebut, maka harus memberi tips pada kakek tersebut. Selain itu, halaman di Hoa Lu sangat luas. Seluas lapangan sepak bola sepertinya. Di ujung gerbang kita dapat membeli tiket seharga 20K dong atau sekitar Rp. 12.000. Tiket tersebut kita gunakan untuk masuk ke 2 kuil yang terdapat di Hoa Lu. Masing-masing terdapat di samping kiri dan kanan nya.

Sebelum masuk kuil pertama, saya malah sempat salah jalan dan menuju ke perumahan penduduk. Kuilnya hanya terdapat di sebelah tempat pembelian tiket. Kuil pertama tidak begitu besar dan tidak begitu berkesan bagi saya. Mungkin karena di Indonesia juga banyak kuil dan mirip-mirip dengan yang di sana, apalagi sama-sama kena pengaruh dari budaya China, jadi kuilnya mirip-mirip dengan kelenteng di Indonesia.

Saat ke kuil kedua saya juga sempat salah jalan dan menuju ke kuil lain di daerah perumahan penduduk. Setelah itu, saya balik lagi dan memasuki kuil kedua yang tidak jauh berbeda dengan kuil pertama. Bagi saya perjalanan ke Hoa Lu cukup mengecewakan. Selain gerbang yang besar, kuil-kuil di sana tidak begitu berkesan bagi saya.

Selesai dari Hoa Lu, kami melanjutkan perjalan ke tempat penjemputan bus di Tam Coc. Kami sampai di sana tepat pukul 15:30 WIB. Rupanya tempat ini adalah tempat untuk naik sampan di Tam Coc. Selain itu, kita juga dapat menyewa sepeda dan sepeda motor dengan mudah di sini. Seharusnya saya diturunkan di sini sebelumnya!

Tempat penjemputan bus tersebut ternyata adalah sebuah tempat penginapan. Di luar tempat tersebut, tepatnya di lantai dasar adalah tempat makan dan di sana banyak para wisatawan yang menunggu bus juga. Karena bus belum datang, maka saya punya waktu sebentar untuk keliling dan melihat Tam Coc, walaupun sudah tidak sempat lagi untuk naik sampan, karena akan memakan waktu lebih kurang 2 jam untuk mengelilingi Tam Coc dengan sampan.

Sebelumnya saya sempat menfoto bus yang mengantar kami ke Ninh Binh. Karena busnya belum kelihatan, maka saya pun makan siang menjelang sore dengan nasi goreng yang dibeli sebelumnya. Setelah selesai makan, bus belum juga tiba, sayapun menelpon ke pihak hostel. Perkiraan saya salah, bus yang akan menjemput bukan bus sebelumnya, tetapi bus yang berbeda. Pihak hostel bilang bus akan sedikit terlambat dan meminta saya tetap menunggu di sana. Waktu itu jam menunjukkan pukul 16:30 WIB, berarti bus sudah telat selama 1 jam.

Sampai jam 17:00 WIB bus belum tiba juga, sayapun kembali menelpon pihak hostel. Customer service mengatakan dia akan mengontak busnya. Saat itu para wisatawan lain sudah naik bus dan tinggal saya sendiri di sana. Tidak seperti biasanya, kali ini saya tidak panik. Entah kenapa, mungkin karena sudah ada firasat bahwa perjalanan kali ini tidak akan berjalan lancar. Pikiran saya sudah memperkirakan atau malah menginginkan sebuah pengalaman agar perjalanan ini tidak berjalan lancar. Mungkin ini yang disebut dengan Law of Attraction. Apa yang kamu pikirkan, itulah yang akan datang kepadamu, jadi hati-hatilah dengan pikiranmu. Isi pikiranmu dengan pikiran positif, maka hal-hal positif akan mendekatimu dan begitu juga sebaliknya. Isi pikiranmu dengan hal-hal negatif, maka hal-hal negatif akan terjadi padamu. Yah, itu adalah inti dari buku The Secret karya Rhonda Byrne.

Sekitar jam 17:30 WIB seorang anak muda dengan baju jersey Borussia Dortmund berwarna kuning datang dan mengatakan bahwa dia dari pihak transportasi bus. Dia meminta maaf atas keterlambatan busnya, katanya bus mereka bermasalah dengan polisi. Begitulah kira-kira penjelasannya, kalau saya tidak salah dengar.

Kemudian dia mengatakan pihak bus akan bertanggung jawab dan mereka sudah ada solusi atas masalah ini. Mereka akan menyediakan limosin untuk mengantar saya pulang ke Hanoi. Wow limosin! seumur-umur ini baru ada kesempatan naik, lihat aja belum pernah sebelumnya, hahaha. Selain itu, tentunya tidak ada biaya tambahan lagi, karena mereka bilang ini kesalahan mereka. Menurut dia, dengan naik limosin akan memakan waktu satu setengah jam saja untuk tiba di Hanoi, jadi lebih cepat setengah jam daripada naik bus. Sebenarnya tidak masalah bagi saya mau naik apa pulangnya, asalkan ada solusi dan saya dapat tiba di Hanoi malam ini juga, karena besoknya saya harus terbang dengan pesawat dan meninggalkan Hanoi sekaligus Vietnam.

Pada jam 17:45 WIB mobil limosin pun tiba, tetapi ternyata saya bukan naik limosin ini untuk menuju Hanoi, karena tidak lama kemudian, saya harus turun dan ganti ke limosin lain. Di dalam mobil limosin ini disediakan tisu basah dan sebotol aqua. Selain itu, space tempat duduk jauh lebih lapang tentunya.

Di dalam limosin saya bertemu dengan 1 keluarga dari Prancis. Mereka datang berempat, 1 pasangan suami istri yang lebih tua dan 1 pasang lagi lebih muda, mungkin anak dan menantunya. Awalnya mereka mengira saya orang lokal. Setelah saya bilang dari Indonesia, lelaki yang muda tersebut langsung menyahut “Bali! Bali is Indonesia right?”. Iya, Bali bagian dari Indonesia balas saya saat itu. Kemudian dia bilang “Terima kasih” yang saya balas dengan kata “Sama-sama”. Kemudian dia juga menanyakan cara menyebutkan kata “Hallo” di Indonesia, saya bilang “Hallo” tetap “Halo” di Indonesia, hahaha. Sayapun menanyakan balik pertanyaan yang sama padanya dan mendapatkan 1 kosakata Prancis, yaitu “Bonjour” yang berarti halo.

Setelah sampai di Hanoi, saya memesan grab bike untuk diantar ke hostel. Sepertinya perjalanan ke Ninh Bih kali ini adalah benar-benar perjalanan saya seorang diri. Sebelumnya, di Hanoi dan Ha Long saya selalu ketemu travelmate dalam perjalanan.

Perjalanan di Ninh Binh penuh dengan pengalaman baik dan buruk, dari menunggu bus lebih dari 2 jam, hingga pulang ke Hanoi dengan naik limosin. Walaupun busnya tidak datang, tetapi saya terkesan dengan cara agen transportasi tersebut menyelesaikan masalah. Customer biasanya tidak peduli dengan masalah yang dihadapi, yang diinginkan adalah solusi yang diberikan dan agen transportasi ini memberikan solusi dan pelayanan yang baik atas masalah yang terjadi. Good job guys! I appreciate it.

8 Comments

  • Anggia

    Mas waktu di Vietnam provider kartu ponsel Indonesia tetap berfungsi atau kita perlu bli nomer sana ya?

    Reply

    • masfran

      Kalau mau pakai provider Indonesia harus aktifasi paket roaming. Kemaren saya beli simcard Vietnam di bandara. Simcardnya merek Vinaphone seharga 250K dong/$12 yaitu sekitar 150K rupiah dan berlaku untuk 1 minggu mas/mbak Anggia

      Reply

  • Denny

    Mas mau nanya nih, estimasi dari hanoi ke mua caves berapa jam yah? Soalnya saya rencana kesana dan kalau sempet juga ke tam coc menggunakan motor yang saya sewa nanti.
    Terimakasih sebelumnya

    Reply

    • masfran

      Dari hanoi naik bus ke Ninh Binh paling lama 3 jam, terus dari Tam Coc ke Mua Caves paling tidak 15-20 menit naik motor, atau bisa lebih cepat kalau tau jalan.
      Have fun mas, ke Tam Coc aja dulu, biar mudah sewa motornya

      Reply

  • Rin

    Halo mas.. saya rencana dari hanoi ke ninh bin naik bus juga..boleh di info gak yaa nama bisnya..terima kasih

    Reply

    • masfran

      Halo mas, kemaren saya pesan busnya langsung dari pihak penginapan, jadi mereka yang atur semua, tinggal bayar. Kebetulan kemaren sempat foto busnya mas


      Reply

  • Insani

    Halo kak. Kalau misalnya aku mau poto yg ditebing itu dengan view persawahan dan sungai kecil itu dimananya ya kak? Soalnya bingung sama wisata ninh binh, tam coc. Sama tran ang. Yg mana nama lokasinya, yg mana nama kotanya

    Reply

    • masfran

      Yang tebing itu namanya Mua Caves, bahasa penduduk lokalnya Hang Mua, kalo sebut Mua Caves mereka bisa ga tahu.

      Nama lokasi atau kotanya Ninh Binh, sedangkan Tam Coc sama Tran Ang itu nama tempat wisatanya.

      Reply

Leave a Reply Cancel Reply To Comment