Ha Long Bay
Travel

Pertualangan di Ha Long Bay Ikut Tur Kapal – Part 1

Ha Long Bay merupakan salah satu tempat wisata di Vietnam Utara. Ha Long Bay terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar disepanjang teluk. Konon ceritanya pulau-pulau tersebut awalnya adalah batu zamrud yang dikeluarkan naga untuk membakar musuh dan melindungi bangsa di sana pada zaman dahulu.

Salah satu cara menuju Ha Long Bay dari Vietnam adalah melalui Hanoi dengan jalur darat, seperti yang saya lalui. Butuh waktu sekitar 4 jam naik bus dari Hanoi ke Ha Long. Waktu itu saya ke Ha Long dalam rangka mengikuti event lomba lari di sana. Bus perjalanan ke sana disediakan panitia penyelenggara lomba lari. Jadi, waktu itu peserta hanya perlu menunggu di tempat pickup yang ditentukan panitia di Hanoi.

Sewaktu tiba di tempat pickup, baru ada 3 orang peserta lomba lari. Saat sampai di sana saya sudah di sapa dengan “Hi” oleh mereka sambil melambaikan tangan.  Di sana saya berkenalan dengan Naomi dari Filipina, seorang wanita paruh baya (mungkin sekitar 35-45), “We are neighbor” katanya saat saya mengatakan berasal dari Indonesia. Kemudian, seorang lelaki mengenalkan dirinya dengan nama Vemana “Just call me V” katanya sambil menunjukkan tangan dengan gaya peace. Mr. V berasal dari Amerika, kemudian ada Robert yang juga berasal dari Amerika.

Sesaat kemudian, Robert pergi meninggalkan kami untuk menarik uang. Naomi sangat ramah dan suka mengobrol. Dia akan mengikuti Half Marathon (HM) kali ini, sedangkan Mr. V dan Robert akan mengikuti Full Marathon (FM). Saat saya dengan rendah diri mengatakan mengikuti 10K, Naomi dan Mr. V menyarankan lain kali ikut HM saja “It’s just a mental thing, not physics, you can do it” kata mereka.  Naomi juga menceritakan terakhir kali dia menyelesaikan HM selama 3 setengah jam. Dia sangat menikmati HM waktu itu, karena selain lari, dia juga berhenti untuk foto-foto selfie “Just enjoy it, it doesn’t matter”. Mr. V juga menceritakan perjalanan dia dari Thailand ke Vietnam dan setelah mengikuti FM kali ini, dia akan ke Kamboja untuk mengikuti HM minggu depannya.

Saat di bus kami duduk terpisah. Setelah sampai di Ha Long dan mengambil race pack lari, kami pun tidak ketemu lagi. Bahkan saat di event lomba lari saya tidak ketemu mereka lagi, karena lomba lari FM dan HM masing-masing dimulai jam 6 dan 7 pagi. Sedangkan saya yang mengikuti 10K start lomba jam 8 pagi.

Setelah selesai lomba lari dan pindah dari tempat tinggal saya yang pertama di Ha Long dengan Airbnb. Ceritanya dapat anda baca di sini. Di malam ke-2 dan ke-3 saya menginap di Halong Happy Hostel yang juga saya pesan dengan Airbnb. Pemilik hostel Lisa sangat ramah dan bisa berbahasa mandarin. Saat pertama kali saya datang, langsung ditanya dengan bahasa mandarin, apakah saya bisa berbahasa mandarin? Saya bilang lumayan, tetapi lebih fasih berbahasa inggris. Mungkin di kiranya saya dari negara China. Was was juga kan, secara sisi historis mereka pernah berperang, hahaha.

Setelah check in dan dapat kunci kamar di lantai 4, sayapun mandi dan turun lagi untuk melihat paket tur Ha Long Bay cruise yang disediakan oleh pihak hostel. Ada berbagai paket, dari paket setengah hari sampai paket 3 hari 2 malam. Waktu itu saya memesan paket full 1 hari seharga $30 yang dijadwal berangkat besok paginya. Setelah itu saya pergi mencari makan malam dan membeli roti, karena lagi-lagi saya tidak menghabiskan makanan di Ha Long. Yah, lidah saya tidak cocok dengan makanan di sini.

Besok paginya saat akan sarapan saya ketemu lagi dengan Mr. V. Ternyata dia juga menginap di hostel ini di lantai 3. Saat saya datang dan menyapa Mr.V yang sedang sarapan, kebetulan dia juga akan ikut tur dengan kapal pesiar hari ini. Dia malah sudah menunggu 1 jam lebih awal, karena jam di iPhonenya tidak update.

Sambil sarapan dengan secangkir kopi, Mr. V mengajak saya mendaki gunung besok paginya. Boleh juga kata saya waktu itu. Padahal rencananya besok pagi saya akan balik ke Hanoi. Yah, ganti rencana dan fleksibel aja, mumpung tiket transportasi ke Hanoi belum pesan dan ada teman perjalanan kan.  Saat itu saya terpikir, jangan-jangan ini gunung yang akan saya daki kemaren, tetapi gagal. Baca cerita saya gagal naik gunung di sini. Setelah saling konfirmasi, karena pengucapan nama gunung yang agak membingungkan, yaitu Noi Bai Tho. Ternyata benar, itu gunungnya, hanya saja kali ini Mr. V menunjukkan tempat berbeda untuk mendaki di kaki gunungnya. Tempat ini diberitahu oleh pemilik Hostel, Lisa, kata Mr.V.

Saat bus datang menjemput kami, ada 4 orang yang berangkat dari Halong Happy Hostel termasuk saya, Mr.V dan 2 orang lagi adalah pasangan muda dari Inggris. Sebelum ke dermaga, bus berhenti dan menjemput beberapa orang di Hotel yang berbeda. Di dermaga, tour guide kami yang mengurus segala hal, termasuk pembelian tiket yang diserahkan ke masing-masing orang sesaat sebelum naik ke kapal.

Di dalam kapal ada 8 meja, masing-masing 4 meja di samping kiri dan kanan kapal. Masing-masing meja diduduki oleh 6 orang. Saat itu kami dari grup Halong Happy Hostel 4 orang duduk semeja, ditambah 2 orang lagi dari Bangladesh, 1 orang pria dan 1 orang wanita. Mereka adalah rekan kerja yang datang untuk mengikuti konferensi di Ha Long, sekalian jalan-jalan kata mereka. Di dalam kapal juga disediakan loker dan kunci untuk meletakkan barang-barang kita. Saat kapal sudah berlayar, kita bisa naik ke atas deck kapal untuk menikmati pemandangan di Ha Long Bay.

Paket tur full 1 hari ini akan singgah ke 3 destinasi. Yang pertama adalah gua Sung Sot. Di sini kita akan masuk ke dalam gua yang berada di dalam pulau. Jangan takut gelap, karena di dalam gua ada penerangan dengan lampu warna-warni. Di dalam gua juga terdapat tangga yang terbuat dari batu sebagai alur jalan. Yang menarik untuk dilihat adalah dinding-dinding gua, apalagi dengan pantulan cahaya lampu berbagai warna. Gua ini ternyata sangat luas, mungkin seluas lapangan sepak bola. Di sini kita cukup mengikuti alur jalan, maka kita akan mengelilingi gua dan keluar dari tempat yang berbeda dengan tempat masuk.

Setelah selesai keliling gua Sung Sot, menu makan siang sudah dihidangkan di meja kami. Paket makan siang ini sudah termasuk harga yang dibayarkan sebelumnya, kecuali minumannya. Jadi kalo mau hemat jangan lupa bawa minuman sendiri. Kalo tidak ya silahkan beli di sana saja. Waktu itu cuma saya dan wanita dari Bangladesh yang pesan minuman soda, sisanya minum bir. Saat itu di Vietnam bulan November sedang musim dingin. Jadi dengan minum sedikit bir bisa menghangatkan tubuh.

Awalnya hanya ada beberapa menu, tetapi kemudian setelah nasi dihidangkan, satu persatu menu mulai dihidangkan. Sangking lezatnya saya sudah lupa apa saja menunya :D. Saat makan siang ini kami jadi tahu rupanya Mr.V seorang vegan, sehingga jatah makan seafood kami lebih banyak, hore!

Setelah makan siang, kapalpun membawa kami ke destinasi selanjutnya, yaitu tempat penghasil mutiara. Tempat ini merupakan rumah yang terapung di antara pulau-pulau di Ha Long Bay. Setelah sampai di sana, kami dijelaskan proses pengembangbiakan kerang sampai proses pengolahan mutiaranya. Di sini juga tersedia toko yang menjual perhiasan hasil mutiara dan sebuah cafe kecil di atas toko tersebut.

Setelah selesai tur keliling peternakan kerang, kegiatan ini nih yang ditunggu para pengunjung, naik kayak! Wajah para pengunjung lebih antusias saat ini daripada sebelumnya. Kami bahkan sampai berebut untuk naik kayak duluan. Padahal jumlah kayak cukup untuk semua pengunjung, hahaha. Satu kayak diperbolehkan untuk dinaiki oleh 2 orang. Saat itu saya dan Mr. V satu kayak, dengan dia berada di depan sebagai pemandu jalan.

Wow! naik kayak dan melihat Ha Long Bay dari dekat sangat menakjubkan. Pemandangannya sangat indah, ditunjang angin sepoi-sepoi membuat hati semakin sejuk. Kami bahkan berkayak dekat sekali dengan pinggiran pulau. Ada juga pengunjung yang adu cepat lomba kayak dan hampir menabrak kami, tetapi tentunya lebih banyak lagi yang foto-foto dan selfie seperti kami.

Saya diajari cara mengayuh kayak supaya berbelok arah oleh Mr. V saat itu. Kemudian saya juga tahu, ternyata mengayuh di bagian belakang bakal menguras lebih banyak tenaga daripada di depan. Kami berkayak lebih kurang 1 jam di sana sebelum kembali ke kapal dan berangkat ke destinasi terakhir kami di pulau Ti Top.

Nama Ti Top di berikan oleh presiden Vietnam saat itu, Ho Chi Minh. Nama tersebut diambil dari nama astronot Rusia dan Pahlawan Uni Soviet yang bernama Gherman Stepanovic Titov. Nama ini diberikan setelah presiden Ho Chi Minh dan Titov mengunjungi pulau ini pada 22 November 1962. Belajar sejarah sedikit dulu ya :D.

Untuk masuk ke pulau Ti Top harus membayar lagi, tetapi bagi kami ini sudah termasuk dalam paket tur, jadi cukup tunjukkan tiket saja. Di pulau ini terdapat patung Ti Top yang berbentuk setengah badan ke atas. Patung ini cukup besar dan menjadi salah satu objek foto maupun selfie para pengunjung. Selain itu di sini terdapat sebuah pantai kecil. Para pengujung dapat berenang di sekitar pesisir pantai, bermain voli atau hanya sekedar duduk santai di sini.

Saat itu saya lebih memilih menghabiskan waktu untuk mendaki puncak pulau Ti Top yang katanya berbentuk bulan sabit. Untuk sampai ke puncak, kita harus naik sekitar 400an anak tangga. Saat perjalanan naik ke puncak, kaki saya mulai merasa kesakitan, yah efek dari lomba lari kemaren. Naik saja sudah tertatih-tatih apalagi saat turun. Saat tiba di puncak kita dapat melihat sekeliling Ha Long Bay yang di kelilingi pulau dan kapal pesiar tentunya. Pemandangannya sangat bagus di sini, hanya saja yang mengecewakan adalah ramainya pengujung saat berada di puncak waktu itu.

Setelah turun dengan susah payah, sayapun kembali dan ternyata hampir semua orang sudah berada di dalam kapal. Saat kembali di tempat duduk, di meja kami sudah disediakan sepiring buah-buahan sebagai cemilan. Wanita Bangladesh di sebelah saya bilang “He almost finish all the fruit” yang dimaksud adalah rekan kerjanya. Yah, saat itu buah-buahan nya tinggal 3-4 potong yang tersisa. Tentunya semua itu jatah saya, hahaha.

Setelah semua kembali, kapal pun berlayar menuju arah pulang. Di sisa perjalanan pulang, saya berada di atas deck kapal menikmati suasana sore Ha Long Bay. Saat itu saya menghabiskan waktu mengobrol dengan pria dari Bangladesh yang bernama Mustoda Zamil. Yah, saya tahu namanya setelah mendapat kartu nama dari dia. Mungkin lain kali akan saya ceritakan tentang Mustoda Zamil yang sangat antusias dengan pekerjaannnya. “He fight for the society againts the government” begitulah kira-kira kalo pekerjaannya di singkat. Sangking asyiknya ngobrol, kami sampai diusir untuk turun ke bawah deck karena kapal akan segera berlabuh.

Setelah sampai di dermaga, kami dipisah menjadi 2 grup untuk naik bus. Grup pertama untuk bus yang langsung balik ke Hanoi dan kami grup kedua yang tetap di Ha Long akan di antar di penginapan kami masing-masing. Kami berpisah dengan Mustoda Zamil dan rekan kerjanya saat mereka tiba di penginapan duluan.

Terakhir kami diantar turun di sekitar Halong Happy Hostel, saya dan Mr. V langsung balik ke penginapan, sedangkan pasangan muda dari Inggris masih ingin jalan-jalan terlebih dahulu. Begitulah cerita perjalanan saya ikut tur kapal di Ha Long Bay. Baca juga cerita hari terakhir saya di Ha Long mendaki gunung Bai Tho dengan Mr. V di sini.

Leave a Reply