Mission failed!
Food,Life Lessons,Travel

Makan Bun Cha dan Gagal ke Gunung Bai Tho di Ha Long Bay

Tidak semua perjalanan berjalan lancar seperti yang telah direncanakan. Kadang-kadang ada saja hal diluar dugaan yang merusak rencana kita. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang rencana perjalanan saya yang gagal di Ha Long.

Salah satu tujuan saya ke Ha Long adalah mendaki Gunung Bai Tho dan melihat pemandangan Ha Long Bay dari puncak gunung. Gunung Bai Tho atau dalam bahasa Vietnam Nui Bai Tho merupakan salah satu spot terbaik untuk melihat Ha Long Bay. Mendaki gunung ini malah merupakan tujuan prioritas saya daripada melihat Ha Long Bay melalui kapal pesiar.

Rencananya saya akan naik gunung Bai Tho setelah lomba lari 10K. Setelah lomba lari, saya makan siang dulu di sekitar tempat penginapan yang saya pesan di Airbnb. Menu makan siang saya kali ini adalah bun cha. Bun cha merupakan salah satu makanan Vietnam yang disajikan dengan mie bihun beras dan daging babi/sapi yang dibakar. Cara memasak dagingnya mirip dengan sate, hanya saja potongan daging disajikan langsung di piring.

Sebagai salah satu makhluk hidup yang tidak begitu suka makan daging, terutama pork, sapi dan hewan berkaki empat lainnya, maka tidak heran kalo saya tidak bisa menghabiskan makan siang kali ini. Sebelumnya saya sudah diajarin mbak-mbak yang jualan cara makannya:

  1. Pertama masukkan cabe dan bawang putih ke kuahnya sesuai selera
  2. Ambil dan celupin daging dan bihun ke kuah
  3. Baru kemudian dimakan dengan sumpit

Tentunya saya diajarin dengan bahasa isyarat, karena mbaknya ga bisa bahasa Inggris. Awal-awal makan masih oklah, tetapi setelah potongan daging ke-3 dan ke-4, sudah mulai susah tuh saya telan dagingnya. Kunyah-kunyah dimulut dan tidak sanggup ditelan, hahaha. Kemudian, setelah ada pelanggan lain yang datang, saya pun mengambil kesempatan ini untuk melarikan diri alias cabut!

Pas mau bayar, segan juga sama mbaknya, karena makanannya tidak habis. Padahal sebelumnya sudah diajari cara makannya. Saat di kasir, mbaknya udah senyum-senyum melihat makanan saya yang tidak habis dan mengatakan sesuatu dengan bahasa Vietnam yang tidak saya mengerti tentunya. Mungkin mau bilang “kok ga habis?”, yang kemudian saya jawab dengan “Not suit with my mouth” sambil pegang-pegang perut. Mudah-mudahan saling mengerti ya, hahaha.

Saat saya tanya harganya dengan bahasa Inggris “How much?” mbaknya jawab dengan bahasa Vietnam, yang saya respon dengan tatapan bingung. Kemudian mbaknya mengeluarkan alat canggih alias kalkulator dan mengetikkan angka 30, yang berarti 30k dong atau sekitar 18 ribu rupiah. Waktu itu saya tidak nangkap maksud angka 30 tersebut, karena seharusnya mata uang vietnam besar seperti Indonesia, banyak nolnya. Dengan muka bingung saya mengeluarkan dompet dan saat saya buka… eh! mbaknya malah nyosor tangannya ambil uang di dompet saya dan keluarin 30K dong. Yah mungkin karena dia inisiatif melihat tampang saya yang kebingungan saat itu. Setelah itu saya pun cepat-cepat kabur, karena merasa bersalah tidak menghabiskan bun cha tersebut. Tentu tidak lupa mengucapkan cam en yag berarti terima kasih dalam bahasa Vietnam.

Tetapi sebenarnya saya belajar sesuatu dari peristiwa tersebut, yaitu tidak ada salahnya tidak menghabiskan makanan yang tidak kita suka. Sama seperti hidup ini, tidak ada salahnya kita mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak kita sukai. Mengatakan tidak pada ajakan teman saat kita lebih suka menghabiskan waktu sendiri. Mengatakan tidak pada keluarga, rekan kerja, bos. Mengatakan tidak pada ajakan teman untuk ikut MLM. Mengatakan tidak pada harga barang yang tidak cocok. Intinya kita tidak perlu merasa bersalah untuk menolak sesuatu, karena mengatakan tidak adalah hal yang wajar dan tidak berdosa loh :D.

Sesudah makan siang, sudah saatnya siap-siap ke salah satu tujuan utama saya di Ha Long, yaitu melihat Ha Long Bay dari puncak gunung Bai Tho. Walaupun tadi pagi ikut lomba lari, jadwalnya saya harus mendaki gunung Bai Tho hari ini juga, karena besoknya sudah punya rencana lain untuk melihat Ha Long Bay dengan ikut tur kapal.

Ternyata lokasi masuk untuk pendakian gunung Bai Tho dekat sekali dengan  tempat tinggal yang saya pesan di Airbnb. Jadinya saya pulang lagi untuk meletakkan sepeda yang saya sewa dan kemudian baru berjalan kaki ke sana lagi. Lokasinya tidak jauh, hanya sekitar 100 meter saja. Saya malah sempat membuat video saya berjalan kaki dari tempat penginapan saya ke sana. Setelah masuk dan naik beberapa anak tangga, saya matikan rekaman video dan siap memulai perjalanan saya dengan serius. Tetapi……. Jreng! Jreng! Jreng!………………!

Setelah mematikan video dan naik beberapa anak tangga, eh! di sebelah kiri ada rumah warga lokal yang sedang menikmati makan siang mereka. Saat melihat saya lewat, bapak rumah tangga berbicara dengan bahasa Vietnam yang saya tangkap sebagai berikut “Mau ke mana kamu?” dengan tekanan suara galaknya. Saat itu saya bilang “Top” sambil menunjuk ke atas dengan tangan kanan saya. Lalu di balas dengan bahasa Vietnam yang disisipi kata “No!” dan tentunya itu kode bahwa saya tidak diperbolehkan naik ke atas. Saya pun bingung dan bilang “Why?”, kemudian dijawab dengan “No!” sambil pasang muka lebih galak dari sebelumnya dan suara yang lebih keras. Saya pun kecut dan turun balik lagi T,T. Dasar pengecut!

Yah kacau deh, salah satu tujuan utama saya ke sini gagal! Kecewa yah, MISSION FAILED! Tetapi karena saya orang yang bijak, hehe. Sebelum melakukan perjalanan kali ini saya sudah menyiapkan satu jimat. Apa itu jimatnya? Jimatnya adalah sebuah kalimat yang saya bilang ke diri sendiri sebelum travelling kali ini. Saya bilang ke diri saya sendiri bahwa, jika ada rencana yang gagal ataupun hal-hal lain yang tidak terduga, maka harus ingat, jangan biarkan hal tersebut sampai merusak keseluruhan perjalanan kamu. Jimatnya ternyata cukup ampuh saat itu.

Jangan biarkan satu hal yang tidak menyenangkan merusak keseluruhan harimu.

Masfran Zhuo

Terus gimana? Yah ganti rencana. Saya pun balik ke penginapan dan mengambil sepeda untuk jalan-jalan lagi, mana tahu ketemu tempat bagus. Saat itu saya teringat, pas lomba lari tadi melewati sebuah taman dan jadilah itu destinasi saya saat itu.

Setelah sampai di taman dan memarkir sepeda, saya pun jalan-jalan sebentar di sana. Rencananya mau keliling taman tersebut, tetapi karena kaki saya mulai kelelahan, akhirnya saya duduk sebentar di sana sambil menikmati pemandangan Ha Long Bay.

Tidak lama kemudian perut saya mulai lapar, karena tadi makannya hanya sedikit alias tidak habis, haha. Dalam perjalanan pulang sayapun singgah di mini market dan membeli biskuit untuk mengganjal perut ini. Begitulah cerita saya yang gagal ke gunung Bai Tho. Walaupun gagal, setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan kali ini.

Leave a Reply